MA PP Mu’allimin Muhammadiyah Sawah Dangka
Nama : Hanifatul Husna
Pergi berlibur ke Pariaman
Singgah dahulu di Payakumbuh
Jawablah salam kami ucapkan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi - Wabarakatuh
Isi
Makan siang ke rumah kawan
Piring terisi si goreng lokan
Bila nanti bertemu Pak Irwan
Cerita Indonesia kami uraikan
Ramai turis di tanah Urbenia
Turis menyeberang ke Persia
Berpantun kita semarakkan dunia
Pertanda kita anak Indonesia
Kucing anggora kucing Persia
Pergi berjemur ke pantai Arta
Mari budayakan sastra Indonesia
Bukti cinta tanah air kita
Menjahit baju hampir selesai
Baju dijahit cerah warnanya
Pembahasan Indonesia telah usai
Beralih topik ke selanjutnya
Memetik duku rasa durian
Duku manis elok dimakan
Menimba ilmu di Pesantren impian
Mu’allimin Sawah Dangka jadi pilihan
Padang Ekspres koran harian
Padang TV Channel tontonan
Bahasa Arab bahasa harian
Tahfizhul Qur’an jadi unggulan
Peserta pantun mulai bicara
Pantun bijak dengan seksama
Bukan hendak mengejar juara
Membudayakan sastra yang utama
PENUTUP
BNI tabungan di masa depan
Sinyal Telkomsel jadi pilihan
Sekian pantun kami suguhkan
Sampai jumpa di lain pekan
Singgalang harian jadi bacaan
Askrida asuransi kehidupan
Mohon maaf kami ungkapkan
Semoga bersua dengan Pak Irwan
Nama : Qonita Masyithah
Belajar ilmu bersama Ustadz Marwan
Ilmu bermanfaat itu tentu
Jika esok ketemu Pak Irwan
Tidak lupa ucap Assalamu’alaikum - Warahmatullahi Wabarakatuh
Isi
Di dapur ada jambu
Jambu dimakan sama Sarimin
Jika kita telah bertemu
Mari kita cerita Mu’allimin
Membeli mangga dengan utuh
Mangga dipotong dengan sejajar
Mandi pagi sebelum Subuh
Baca Qur’an sebelum fajar
Sebelum tidur gosok gigi
Gigi digosok pakai jari
Apel siaga di Senin pagi
Shabahul Khair di esok hari
Pergi ke hutan cari rambai
Rambai dimakan sama Jamilai
Shabahul Khair telah selesai
Jam pelajaran pun siap dimulai
Jalan-jalan ke Kota Sumbar
Jangan lupa beli duku
Kami di kelas mau belajar
Baca Qur’an lebih dahulu
Berteduh di Batu Sangkar
Bermukim di Sumatera Barat
Di Mu’allimin kami belajar
Belajar ilmu dunia akhirat
Terbang tinggi burung nuri
Hinggap dahulu di pohon jati
Ilmu umum dipelajari
Ilmu Agama bekal nanti
Kucing uni ada dua
Yang satu namanya pupus
Waktu istirahat telah tiba
Mari kita pergi ke perpus
Kucing lucu namanya pupus
Pupus suka meloncat-loncat
Mari kita pergi ke perpus
Di perpus banyak ilmu bermanfaat
Pergi main ke rumah Ustadz Ridhoh
Di rumah ada Ustadzah Mirdah
Sebelum Zuhur kami Muhadharoh
Waktu Zuhur kami Shalat jama’ah
Si Danur ngisi angket
Angket diisi sambil berdagang
Siap Zuhur ada yang piket
Piket untuk makan siang
Ada anak namya Ridoh
Ridoh anak tanggung jawab
Siap makan ikut Dauroh
Dauroh Nahwu dan Bahasa Arab
Anak kembar Mini Miki
Punya kakak namanya Sity
Anak asrama suka mencuci
Anak malas suka ke laundry
Setan itu makhluk ghaib
Iblis juga makhluk ghaib
Makan malam sebelum Magrib
Baca Qur’an siap Magrib
Lomba lari telah dimulai
Baju dipakai merk Bulan
Isya berjama’ah telah selesai
Kembali tahfidz sampai jam sembilan
Pergi ke balai Sungai Pua
Di sana banyak burung balam
Ini semua kegiatan asrama
Dari pagi sampai malam
Siap TK masuk MIN
Belajar bersama buk Zaida
Kami dari Mu’allimin
Ingin berpantun suka ria
Penutup
Sebelum Idul Adha, Idul Fitri
Pulang kampung pakai Delman
Cerita Mu’allimin telah selesai
Mari kita tebarkan salam
Main-main sama si Karim
Main dekat warung Pak Kum
Semua pantun telah dikirim
Akhir pantun Assalamu’alaikum
SMAN 1 BASO
Nama : FADHLIL AZIM
Pantai purus pantai padang
Talatak disitu tugu merpati
Ondeh dunsanak di nagari minang
Budayokanlah pantun sabalunnyo mati
Rancak manih urang cino
Labiah manih urang minang
Marilah kito jago budayo
Sabalun dilarian dek urang
Ka rimbo pai mamburu kijang
Nan diburu indak basuo
Bia gadih atau bujang
Nan pantiang jago budayo
Urang Lundang pai ka Padang
Sampai di Padang hari lah sanjo
Dek talamak jo budayo urang
Jo budayo Minang alah lupo
Bajalan ketek diateh pamatang
Pamatang sawah urang guci
Bukan ambo urang gadang
Tapi, masih miskin ilmu jo budi
Dingin hari di nagari Lundang
Dinginnyo manusuak ka tulang
Ondeh dunsanak di nagari urang
Dangalah rumah gadang manyaru pulang
Urang piladang pai balanjo
Babalanjo ka pasa baso
Antah baa keadilan nagari kito
Alah indak sapadan jo aturan
Pai mandaki ka Gunuang Marapi
Bapoto-poto dakek kawah
Jikok dicaliak hukum nagari kini
Tumpua kateh runciang kabawah
Elok bakawan jo urang Ladang Hutan
Urangnyo elok sakalian sopan
Marilah kito rajin baco Alquran
Nak dapek patunjuak dari Tuhan
Makan kolak samo cindua
Buatan tangan dari bundo
Jiko ado salah tolong ditagua
Buliah indak taulang nan kaduonyo
MAS PP Modern Diniyyah Pasia
Nama :Widya Saskia Putri
Berdiri di Kota Inggris
Sambil makan buah manggis
Melihat orang berwajah manis
Teringat masa kecil yang sangat sadis
Membawa Quran di depan orang tua
Jangan lupa tajwid dan irama
Jangan selalu di pandang sebelah mata
Ilmu tetap berjalan di otaknya
Jalan-jalan ke Kota Jakarta
Jangan lupa memakai kacamata
Kalau boleh saya bertanya
Siapakah nama menteri pendidikan kita?
Makan kerupuk di atas meja
Sambil minum jus mangga
Jangan cepat putus asa
Nanti tidak bisa jadi presiden selanjutnya
Beli baju di Pulau Jawa
Sambil melihat ampera kecil dimana-mana
Jika kemenangan di tangan kita
Berbagai pintu kemenangan yang lain akan terbuka
Beli rambutan di rumah Ziat
Buka rambutan memakai tangan
Walaupun sudah memiliki pangkat
Tapi Allah swt jangan dilupakan
Tembok cinta ada di tembok Cina
Pergi ke tembok Cina untuk berpariwisata
Penduduk Indonesia jujur dan bahagia
Karena presiden kita orang yang bijaksana
Duduk di tepi jembatan Siti Nurbaya
Melihat penduduk berjalan-jalan
Jika ingin menjadi kaya
Kuncinya adalah berpendidikan
Mendengar cerita penduduk Surabaya
Ada ikan dan buaya
Berikan kepercayaan kepada orang tua
Agar bisa masuk surga
Pergi ke Jambi mebeli buah naga
Jangan lupa makan bijinya
Nabi muhammad adalah nabi kita
Maka umat Islam harus mempercayainya
Nama :Yayang Sadtifa
Kalau ayam sedang berkokok
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada kerja kelompok
Marilah kita belajar bersama
Tujuh belas agustus tahun emapat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Kenanglah jasa para tokoh kita
Agar kelak dapat dicontoh pula
Burung merpati hinggap di tiang listrik
Warnanya cantik sangat menarik
Wahai kawan ada lomba pantun menarik
Diri ini menjadi semakin tertarik
Pancasila adalah asas negara kita
Ketuhanan yang maha esa sila pertama
Wahai sobat berjuanglah sekuat tenaga
Agar kelak mejadi orang yang utama
Indahnya sawah di tepi sungai
Bersenda gurau di setiap pematang
Kicauan burung ikut meramai
Suasana indah di aktu petang
Hidup itu penuh dengan kesan dan pesan
Tak segalanya dapat kau harapkan
Daripada penasaran
Lebih baik makan ketan
Gunung merapi pun meletus
Banyak korban yang tak tertolong
Kalau ada bumi yang hangus
Marilah kita tolong menolong
Tetes demi tetes air mata membasahi pipi
Terasa perih menusuk hati
Kini kehidupan dunia mulai menjiwai
Maka pelajarilah agar tak tersesat nanti
Ayat-ayat suci dilantunkan dengan tenang
Terasa sejuk menyentuh iman
Wahai kawan marilah kita sembahyang
Agar kelak menjadi orang yang beriman
Lambang pramuka tunas kelapa
Cikalnya tumbuh di mana-mana
Kalau ada orang yang keras kepala
Harap dimaklumi saja
Nama : M. Qhoiri Hikmatiar
Kalaulah ado pitih saribu
Balilah bakwan ka pitalo
Kalaulah ado kawan nan baru
Jan lupokan kawan nan lamo
Pergi ke pasar bersama nyonya
Sampai di pasar beli ketupat
Kalaulah boleh saya bertanya
Berapa hasil satu tambah empat?
Lihat ke sungai ada si angsa
Si angsa minta makan
Kalau kamu anak bangsa
Tanggal berapa proklamasi dibacakan?
Jalan-jalan ke Kota Jabar
Sampai di sana hatiku berdebar-debar
Kalau kamu pemuda Sumbar
Siapa nama gubernur Sumbar?
Lihat ke TV ada Firman
Lihat ke pohon ada lebah
Kalau kita memang teman
Igatkan aku jika salah
Naik perahu keliling Asia
Berhentinya di Indonesia
Kalau Anda anak Indonesia
Siapakah nama presiden kita?
Lihat anak bermain bola
Lihat ibu mencoba rasa
Perbanyak amal dan juga pahala
Bukan harta dan juga dosa
Lihat anak-anak berlari-lari
Hanya untuk mengambil koran
Kalau kamu Islam sejati
Coba tebak berapa surah di dalam Al Quran?
Pergi ke pasar jalannya lurus
Pulangnya jalannya ke Bali
Untuk apa berkhayal terus
Jika kelaktak ada arti
Lihat anak membaca koran
Belinya di Jawa Tengah
Kalau kamu hafizh Al Quran
Ada berapa ayat sajadah?
Nama : Muhammad Rizky Aditya
Jalan-jalan ke rumah ilmiah
Ilmuannya ilmuan sakti
Kami ini anak diniyyah
Yang berbakat lagi berbakti
belajar memasak di tata boga
Tapi masakanku masih tak berasa
Perbanyak bekal menuju surga
Berkurang bekal menuju neraka
Pergi ke Padang lewat Malalak
Tiba di Sicincin di simpang tiga
Pahalalah yang diperbanyak
Bukanlah harta ataupun tahta
Pergi sekolah sambil berlari
Karna pelajaran sudah menanti
Janganlah tidur di pagi hari
Karna hanya akan menghambat rezeki
Pergi maraton di pagi hari
Sambil bersantai ke Bukittinggi
Jika kamu laki-laki sejati
Dimana kampung halaman Indra Catri
Tinggal di rumah sendirian
Datang saudara untuk bertamu
Kalau kamu anak beriman
Apa dalil menuntut ilmu
Singgah ke pasar membeli pangsit
Pengobat hati adek yang patah
Bercita-citalah setinggi langit
Tetapi bersiaplah untuk jatuh
Jika kamu punya HP modern
Kenapa tidak memiliki kuota
Kalau kamu anak pesantren
Nikmatilah sambal di malam Selasa
Bermain bola sambil dilempar
Lalu terbang ke kebun tebu
Kalau kamu memang lapar
Ayo ikut bersamaku
di Gandoriah minum kelapa
Kelapa diletak di atas meja
Jika betul engkau mencintainya
Buktikanlah dengan segera
Nama : Nurul Istiqamariah
Martabak enak dimakan
Dengan lapisan siraman keju
Jangan menunggu suatu yang tak memungkinkan
Tapi terimalah apa yang sudah datang padamu
Ayam berkokok menyapa fajar
Burung berkicau layaknya bernyanyi
Tetapkan sesuatu dengan hal wajar
Agar suatu kepastian dapat dipahami
Gugurnya pohon jati di saat kemarau
Di musim semi bunga-bunga bermekaran
Jika ingin tau tentang segala ilmu
Sebaiknya memilih jalan yang penuh dengan rintangan
Pemangsa mengejar mangsanya
Mangsanya berusaha untuk melarikan diri
Tak ada gunanya bilau kau mengejar dunia
Bila kau tak mengejar akhirat untuk diri sendiri
Bunga membutuhkan lebah untuk menghisap nektarnya
Supaya dapat melakukan proses penyerbukan
Manusia membutuhkan orang yang baik akhlaknya
Sebab mereka selalu menjaga hati dan lisan
Ketika buaya menghadangnya di hadapan
Si kancil berfikir untuk bertahan
Janganlah lari dari rintangan
Karena dari rintanganlah mendatangkan kesuksesan
Pulang kampung sangatlah menyenangkan
Eh, ternyata ketemu teman SD dulu
Diari tak lagi kubutuhkan
Selagi aku masih memiliki sahabat disisiku
Berjalan menuju toko seberang
Menyeberang dengan hati-hati
Janganlah bercintaan
Bila tak mau sakit hati
Duduk bersantai di halaman ruang KPU
Sambil meminum segelas air tebu
Aku butuh orang yang tulus tuk mencintaiku
Dan aku tak butuh orang yang memiliki alasan tuk mencintaiku
Dikibarnya sebuah bendera
Memperingati hari kemerdekaan Indonesia
Menang dalam perlombaan pasti akan bahagia
Eh, tau gak hari ini peristiwa apa?
Nama : Rani Surya Anggraini
Bambu diukir jadi sembilu
Kayu diukir jadi panah
Mereka semua harus tau
Bahwa Indonesia takkan menyerah
Kacang tujin
Kue mentega
Maaf lahir batin
Kalau ada salah yang menjaga
jalan-jalan ke toko buku
Singgah dahulu membeli pena
Jangan malas menuntut ilmu
Supaya menjadi anak yang berguna
Makan nasi pakai tahu
Ternyata hanya garam yang tersisa
Semua dunia harus tau
Bahwa kini kita sudah merdeka
Pergi mendaki ke merapi
Tau-tau ketemu buah naga
Kesempatan hanya sekali
Jadi jangan anggap nagin lalu saja
Belajar rajin dapat juara satu
Tahun besok eh dapat juara dua
Walaupun ketutup satu
Tenang yang lain masih terbuka
Jalan-jalan ke Pincuran Puti
Berkunjung ke toke tomat
Ayah ibu bekerja senang hati
Untuk sekolah anak sampai tamat
Patung diukir dan dipahat
Dijual ke orang seni rupa
Walau novel sudah tamat
Tapi sholat tidak boleh lupa
Menempuh hidup merajut asa
Berteriak menahan rasa
Menang kalah itu biasa
Karena kita semua bersaudara
Ke pasar kena curi
Menangis sedih karena tak rela
Kita harus selalu mensyukuri
Apa ciptaan Allah Subhanawata’ala
Nama : Arini Nahwa Firdausi
Jika rindu adalah sakit
Maka pertemuan adalah obat
Jika anda ingin bangkit
Maka segeralah bertobat
Jika hati ingin begini
Namun jiwa juga bertaktik
Hampir terguling diri ini
Melihat monyet memakai lipstik
Si Budi bertekad bisa
Si Dono mendukung kuat
Jangan remehkan orang biasa
Karena mereka juga punya bakat
Pagi ini aku menatap awan
Ternyata gerimis turun di pagi indah ini
Jangan menyerah wahai kawan
Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini
Aku rasa seperti ada yang ganjal
Ternyata dia tak lagi ada
Jangan bersedih karena gagal
Karena gagal adalah kemenangan yang tertunda
Gula dan madu sangat manis
Terpandang dan indah
Teruslah tersenyum manis
Karena senyum itu ibadah
Denarkan dan kemarilah
Mari kita duduk di taman
Jangan galau dengan masalah
Atasi saja dengan senyuman
Lihat langit ada bintang kecil
Ia setia menemani sang bulan
Jangan memarahi anak kecil
Tapi ajari dengan kelembutan
Saat mereka bertatap mata
Persaingin juga sengit
Kejarlah cita-cita
Meski setinggi langit
Aku coba untuk mencangkok
Dihiasi oleh pagar
Mari berhenti untuk merokok
Dan hirup udara segar
Nama : Fahmi Rahmat
Pergi ke pasar memakai sepeda
Tiba di pasar membeli pita
Kalau noleh saya bertanya
Siapa nama presiden kita?
Jalan-jalan ke Benua Eropa
Tiba di sana mampir di Italia
Kalau itu yang Anda tanya
Ana dari PPMD Pasia
Pergi ke hutan mencari tebu
Tebu dipotong keluar seratnya
Jikalau saya boleh tau
Tanggal berapa ulang tahun Moh. Hatta?
Malam hari diterangi bulan
Siang hari teriknya
Kalau memang kamu beriman
Berzikirlah setiap hari
Jalan-jalan memakai sepeda
Tiba di jalan terbentur batu bata
Kalau boleh saya bertanya
Siapa nama gubernur kita?
Jalan-jalan keNegeri Cina
Tiba di Cina mengambil foto
Kalau itu yang Anda tanya
Gubernur kita Irwan Prayitno
Jalan-jalan ke Kota Roma
Jangan lupa membeli kemeja
Kalau kamu anak bangsa
Tanggal berapa Indonesia merdeka?
Jaln-jalan keliling Asia
Jangan lupa kita ke Malaka
Kalau kamu anak bangsa Indonesia
Siapa yang membacakan proklamasi kita?
Sang pemuda membaca koran
Yang dibeli di Jawa Tengah
Kalau kamu hafiz Quran
Ada berapa ayat-ayat sajadah?
Jalan-jalan ke Benua Australia
Jalannya lewat Selat Malaka
Kalau memang kamu anak Indonesia
Kapan Indonesia Merdeka?
Nama : Ghea Minabel
Pergi ke pasar membeli pepaya
Ternyata penjualnya orang bejat
Apakah saudara semua percaya
Kalau saya melihat kerbau memanjat?
Ibu pergi ke sawah menumbuk padi
Di tumbuk langsung oleh lesungnya
Syukuri setiap hal yang terjadi
Karena segalanya pasti ada hikmahnya
Si gendut dan si kurus
Di tengah-tengahnya ada si Adi
Kembalilah ke jalan lurus
Sebelum kau sesali apa yang terjadi
Ibu duduk memangku tenunan
Sambil mengenag segala sumpah
Iba hati melihat anak jalanan
Mengais makan dalam tong sampah
Pak tani pulang dari pasar
Sambil berjalan ia mengkhayal
Mimpi itu harus dikejar
Bukan sekedar hiasan akal
Si Budi berangkat ke pekan
Ia berada agar dimurahkan rezeki
Jika kehilangan itu menyakitkan
Mengapa tak tau jaga apa yang kau miliki
Adik jatuh karna menghindari laba-laba
Sudahlah jatuh ia tertimpa wajan
Duka itu datang tiba-tiba
Tapi ingatlah ada pelangi setelah hujan
Botol saus botol kecap
Tergeletak seperti tak ada yang punya
Berhati-hatilah dalam ucapan
Karena keselamatan orang ada pada mulutnya
Dewa Brahmana Dewa Siwa
Di depannya ada patung badak
Terpingkal pingkal saya tertawa
Melihat monyet sedang berbedak
Si tikus membuat celah
Kuambil tanah untuk menutupnya
Memafkan memang mudah
Tapi kesalahan itu tek terlupa
Nama : Haris Kurniawan
Cirik ayam angek-angek
Kok tapijak yo sabana sero
Kaki ambo lah manggaretek
Nio lomba ka Padang baa lah caronyo
Pergi ke sawah untuk berladang
Setelah itu bertanak dendang
Kalau Anda anak Padang
Coba tebak apa rasanya rendang
Jalan-jalan ke parak lado
Nampak urang manank puluik
Galak-galak si anak kudo
Mancaliak kambiang mancukua jangguik
Bermain bola di Tanah Datar
Di tenagj permainan saya cidera
Kalau Anda memang pintar
Kapankah Indonesia merdeka
Pai ka Pariangan hari lah patang
Pai baguaru yo bisuak pagi
Lanteh angan si anak kijang
Mancaliak harimau nan sakik gigi
Jalan-jaln ke Kota Lombok
Jangan lupa membeli baju
Kalau Anda anak pondok
Apa dalil menuntut ilmu
pai ka Solok mandi aia angek
Jan lupo mambaok cerek
Kalau anda pandai mangecek
Jangan pernah hobinya mancacek
Jalan-jalan ke jalan merpati
Di tengah jalan bertemu mama
Kalau anda anak bupati
Berapa hasil satu ditambah lima?
makan karipik sambia mamanciang
Mancaliak ka langik harilah kilek
Takuik-takuik si induak kuciang
Mancaliak mancik pandai basilek
Pai ka gunuang basamo urang
Di tangah jalan sobok induak samang
Apo kecek si ujang
Itu amak urang
Nama : M. Alghifari Abdillah
Pergi main ke Bukittinggi
Nampak orang selfie-selfie
Kalau kamu Islam sejati
Dirikanlah sholat setiap hari
Jalan-jalan ke Kota Bali
Tidak lupa membeli jeruk
Beramalah setiap hari
Karena hidup pasti akan pergi
Sepiring makan berdua
Satu ayam untuk bersama
Seiring kita bersama
Patut hidup tidak terasa
Pergi ke masjid berjalan kaki
Perginya berlari-lari
Untuk apa bergelar tinggi
Karena kelak tiada arti
Pergi ke pondok membawa nasi
Makannya bak pake hati
Gerangan apa sedang terjadi
Ternyata Pak Jokowi sedang mandi
Beribu-ribu ular di sawah
Hanya satu yang berbisa
Beribu-ribu anak sekolah
Hanya satu yang dapat dipercaya
Jalan-jalan ke Pantai Raya
Nampak Udin sedang berenang
Kalau Anda ke Indonesia
Jangan lupa membeli rendang
Pak camat julan tomat
Jualannya di pasar Mahat
Walau kita terhormat
Pasti masuk liang lahat
Jatuh di jenjang dengan tawaan
Rasanya sakit di pantat
Perbanyaklah amal kebaikan
Kelak membantu di akhirat
pergi ke pantai bersamaan
Menikmati indahnya pemandangan
Tiada guna harta dan jabatan
Kalau hanya dengan kecurangan
Nama : Jerri Fadly
Jalan-jalan ke Panama
Tak lupa membawa nasi
Salam hormat dari saya
Buat Pak Irwan pelaksana acara ini
Kita diciptakan dengan akal
Supaya bisa untuk belajar
Walaupun saya anak nakal
Tetapi bukan kurang ajar
Siti Aisyah pergi ke mesjid
Tak lupa membawa mukena
Padahal rumah di dekat mesjid
Tapi tak pernah jamaah di sana
Buah apel buah markisa
Terasa enak jika dimakan
Harta banyak saya tak punya
Hanya ilmu tuk dibanggakan
Makanan basi dihinggapi lalat
Kalau tak dibuang ke tong sampah
Jikalau engkau berbuat maksiat
Segera taubat kepada Allah
Banyak wanita berpakaian minim
Bahkan tak malu dengan auratnya
Jangan mengaku sebagai muslim
Jika tak patuh dengan ajaran-Nya
Jam tangan dan jam dinding
Sama berguna menunjukkan waktu
Jika kamu orang yang penting
Jangan suka membuang-buang waktu
Hari Minggu memakai kebaya
Untuk menghadiri acara nikahan
Banyak orang kebanyakan gaya
Padahal semua barang pinjaman
Kulihat bulan di waktu malam
Indahnya membuatku berangan
Jangan bilang pecinta alam
Jika buang sampah sembarangan
Pisau tajam karena diasah
Tangan terpotong tidak terasa
Jika di lomba ini aku kalah
Aku tak akan berputus asa
Nama : Miftahul Fitri
Makan durian di tengah jalan
Makan nasi dicampur teri
Salam semangat buat Pak Irwan
Dari saya Miftahul Fitri
Jalan-jalan ke kota Jogja
Mampir dulu ke Borobudur
Kalau ingin hidup sejahtera
Jalani hidup dengan bersyukur
Masak gulai pakai santan
Jangan lupa tambahkan garam
Pererat ikatan persaudaraan
Agar hidup menjadi tentram
Pergi ke pasa membeli terong
Di pasar bertemu dengan Aisyah
Mari bersama tolong-menolong
Agar mendapat ridhanya Allah
Jalan-jalan kita ke hulu
Nampak mawar berwarna kuning
Harta dunia tidaklah perlu
Amalan akhirat sangatlah penting
Ada boneka di dalam kotak
Boneka dijual di toko keramat
Ayo kita rajin berinfak
Untuk bekal dunia dan akhirat
Pergi memancing di tepi kali
Memancing riang bersama bapak
Orang tua hendaklah dihargai
Beribadahlah hendaklah diperbanyak
Kakak memasak dengan elpiji
Tambah penerangan dengan lampu
Tunaikanlah ibadah haji
Jika hidup sudahlah mampu
Berangkat ke kantor memakai dasi
Perginya jangan sampai terlambat
Tegakkan rumah dengan pondasi
Kuatkan agama dengan shalat
Memetik bunga di kebun Lulu
Bunga berderet indah di taman
Mari budayakan sifat malu
Karena malu sebagian dari iman
Nama : Muhammad Aqshal
Pakaian Jepang itu kimono
Dipakai orang pergi ke pesta
Salam hormat Pak Irwan Prayitno
Saya Aqshal salah satu peserta
Matematika, Fisika dan Kimia
Itu pelajaran bikin pusing kepala
Walaupun pantun saya sederhana
Saya akan tetap berusaha
Ada pisang di atas pelanta
Habis buahnya dimakan kera
Kalaulah boleh saya meminta
Baca dan pilihlah saya jadi juara
Air biru dalam samudra
Ambillah air jadikan garam
Jika berani dekati narkoba
Hidup hancur masa depan suram
Pergi berlibur ke Jam Gadang
Beli oleh-oleh berupa gelang
Kalau ingin hidupmu senang
Ingatlah akhirat itu akan datang
Kalau ingin pandai berhitung
Perhatikan guru rajin bertanya
Walaupun cita-cita tinggi tergantung
Tetap lah semangat menggapainya
Bunga mawar di dalam kendi
Jangan dipegang ada durinya
Jangan heran melihat bendi
Jalan ke Minang itu khasnya
Keren-keren anak sekarang
Gayanya gaul dari barat
Sekolah saya dekat Ampang Gadang
Ikut festival mewakili Sumatera Barat
Pergi mendaki ke Gunung Marapi
Pergi membawa kieril ungu
Memang bijaksana gubernur kami
Semoga berhasil kepemimpinanmu
Anak kecil suka berkelahi
Setelah tenang balik berkawan
Sekian pantun saya sudahi
Salah dan janggal tolong maafkan
Nama : Muhammad Ihsan Awliak
Tampan di wajah kami tak dapat
Kami yang dapat tampan di batin
Semoga Bapak selalu sehat
Sehat lahir maupun batin
Mandi di sungai keinginan hati
Namun sayang tak bisa berenang
Kelas akan terasa sepi
Tanpa kami yang duduk di belakang
Dari tadi memegang perut
Sakit lantaran belum makan
Muka kusut kening berkerut
Apa gerangan yang dipikirkan
Makan nasi pakai sendok
Karena luka di jari tangan
Jangan mengaku anak pondok
Kalau scabies belum dirasakan
Mengangkat air dengan ember
Ember jatuh menimpa kaki
Kami kalah kalau di cover
Tapi menang kalau di isi
Umur kami baru sejengkal
Pada siapapun kami tak gentar
Memang benar kami nakal
Namun kami tak kurang ajar
Bangku depan orang pandai
Yang belakang selalu diremehkan
Hancur lebur semua nilai
Patutkah kami yang disalahkan
Jika ayam sudah berkokok
Bukalah mata tegakkan badan
Kami pelajar tanpa merokok
Hal yang pantas kami banggakan
Hanyut kayu dibawa arus
Kayu bermuara di lautan
Apalah arti nilai yang bagus
Kalau shalat ditinggalkan
Makanlah sebelum lapar
Sebelum kenyang tolong hentikan
Membuat pantun baru belajar
Salah dan khilaf tolong maafkan
Nama : Wahyu Alfath
Hari raya berpesta ketupat
Ketupat dimakan dengan talas
Salam saya Wahyu Alfath
Menunggu Pak Irwan untuk membalas
Abu Bakar orangnya dermawan
Menjaga umat setelah nabi tiada
Saya bangga dengan Pak Irwan
Melestarikan sastra Indonesia
Kalau ada orang yang paling kaya
Benar Sulaiman lah orangnya
Kalau ada pemimpin yang paling juara
Memang Pak Irwan lah orangnya
Kalau adik menonton kartun
Janganlah lupa menonton Inuyasa
Kalau Pak Irwan menyeleksi pantun
Janganlah lupa dengan saya
Abang bekerja di kios Pak Hatta
Upahnya habis dibeli bakwan
Lomba pantun di depan mata
Lompa puisinya kapan Pak Irwan
Tukang kayu mengambil palu
Menancapkan paku pada mebelnya
Kusampaikan pantun sederhanaku
Harap Pak Irwan membacanya
Bali punya dongeng Ramayana
Sunda pun punya kisah Kabayan
Dulu Silaturrahmi dengan saudara
Kini maaf-maafan dengan facebookan
Si Adi meniup peluit
Meniup bak menyanyi lagu
Kalau bilang Matematika sulit
Berarti belum belajar Sharaf dan Nahwu
Di hari fitri beramai pulang
Untuk brtemu sanak saudara
Ingin rasanya pergi ke Padang
Untuk mengasah bakat sastra
Ali berlari ke pinggir kali
Sayangnya lupa membawa pancing
Ingin rasanya saya lolos seleksi
Agar bisa membawa Bu Diana refreshing
Nama : Muhammad Alfarisi
Makan lontong di pagi hari
Jangan lupa gulai kemumu
Wahai Pak Irwan gubernur kami
Moga sukses dalam kepemimpinanmu
Minum kopi di warung Pak Jono
Jangan lupa dengan gorengan
Terimalah salam dari ambo
Yang siap meraih kemenangan
Pergi mendaki ke Gunung Marapi
Gunung didaki batuk-batuk
Jangan bilang kamu santri
Jika mental seperti kerupuk
Enak rasanya kerupuk udang
Jika dimakan dengan soto
Jangan mengaku orang minang
Kalau taunya hanya Despacito
Pergi kuliah ke Kairo
Jangan lupa membawa bekal
Terimalah salam dari ambo
Yang tak pernah takut gagal
Sarapan pagi dengan nasi kapau
Jangan lupa pakai ikan teri
Janganlah sedih janganlah galau
Mari berpantun spontan di sini
Buah apel di ruang makan
Diambil Ibu dimakan dahulu
Langkahkan kaki terus berjalan
Jangan berbalik ke masa lalu
Pergi travelling bersama Ayah
Tak terkira senangnya hati
Hidup jangan bermewah-mewah
Karena akhir hidup adalah mati
Daripada ke Singapura
Lebih baik ke Pangkalan
Buat apa berpura-berpura
Berpura itu menyakitkan
Beli baju sama Si Ayu
Beli jamu sama Si Sonya
Pantun ini kucukupkan dulu
Lain waktu kita berjumpa
Nama : Hafis Raihan Ahmad Fauzan
Pagi-pagi membuat ketan
Ketan dibuat dengan alat kuno
Saya Hafiz Raihan Ahmad Fauzan
Salam hormat Bapak Irwan Prayitno
Ambil jaring tangkaplah ikan
Ikan diekspor ke mancanegara
Pantun ini kupersembahkan
Ambil hikmah saat membaca
Beli hp yang paling modern
Hp dipegang secara terbalik
Saya dari pondok pesantren
Siap memberi yang terbaik
Membawa mobil pelan-pelan
Melihat lampu berwarna jingga
Perkuatlah hati jagalah iman
Berjalan tenang menuju surga
Ingin rasanya bertemu putri
Melenggang indah di atas tahta
Janganlah malu menjadi santri
Santri beriman idaman wanita
Malam hari begitu terang
Bersinar indah bagaikan pelita
Hati senang galaupun hilang
Melihat ibu yang kucinta
Menanam tebu di pondok labu
Tebu diambil secara kasar
Janganlah durhaka kepada ibu
Kasih ibu sangatlah besar
Dari sekolah ku langsung pulang
Tiba di rumah dilanda lapar
Hati ini tidak bisa tenang
Bila iman sudah tercemar
Berkeliling kota mencari topi
Bila bertemu langsung ditanya
Berbagai masalah yang kuhadapi
Hanya Al-Quran lah solusinya
Santriwati sering berdandan
Para santri gemar berlatih
Saya Hafiz Raihan Ahmad Fauzan
Hanya sekian dan terima kasih
Nama : Muhammad Andika Saputra
Berkilau bintang menghias malam
Tenang hati jika melihatnya
Saya di sini mengucapkan salam
Semoga Pak Irwan dapat membalasnya
Tidalah susah pelajaran Matematika
Jika belajar dengan giat
Semoga Bapak dan keluarga
Selalu sehat walafiat
Jika taman indah dengan bunga
Gunung indah pemandangannya
Walaupun di kelas tidak pernah juara
Maka sekarang adalah waktunya
Jangan mengaku anak IPA
Kalau tidak tahu kali dan bagi
Sekarang ini saya mencoba
Berharap agar lulus seleksi
Jika sahabat telah berkhianat
Pilih jalan meninggalkannya
Jika shalat ditinggalkan umat
Tunggulah hari kehancurannya
Langit mendung petir menyambar
Petanda hari akan turun hujan
Kalau Bapak Irwan gubernur Sumbar
Maka saya pemenang pantun spontan
Bahasa Arab bahasa Inggris
Sama pentingnya bahasa Indonesia
Hilanglah asa menjadi puitis
Tapi pantun spontan saya juara
Ikan berenang di tengah lautan
Udang berenang ke tepian
Kalau Bapak Irwan berkenan
Jadikan saya finalis pantun spontan
Jalan-jalan ke Panorama
Nampak kera sedang memanjat
Sibuk-sibuk hidup di dunia
Jangan lupa dengan akhirat
Indah langit di malam hari
Bertabur bintang dan juga bulan
Kalau ada yang mengganjal hati
Seribu maaf saya ucapkan
Nama : Alvi Andri Ramadan
Minta bakwan buat dimakan
Diberi kerucut merasa tak puas
Kalau Pak Irwan buat perlombaan
Pasti kami sambut dengan antusias
Ombak gurun di Afrika Selatan
Pasaran beruntun di tengah lautan
Saya Alvi Andri Ramadan
Calonkan diri jadi kontestan
Orang tua memang pikun
Janganlah pernah dilupakan
Memanglah ini festival pantun
Sudilah kiranya saya meriahkan
Pergi mendaki ke puncak merapi
Berteman orang yang suka selfi
Kami santri dari Bukittinggi
Berharap senang di tugu merpati
Minggu depan hari Selasa
Pergi ke Makasar hari itu juga
Andaikan saya menjadi juara
InsyaAllah Sumbar bersuka cita
Keringkan baju yang sudah basah
Baju dikeringkan di halaman
Kami santri dari Diniyyah
Penerus Pak Irwan di masa depan
Basa basi bertanya kabar
Berjumpa Udin kabarnya bahagia
Bangga kami belajar di Sumbar
Pemimpin Sumbar para cendekia
Besar sulung dari bungsu
Memberi kesan kepada tuan
Beruntung kami bisa bersatu
Mencoba peruntungan di pantun spontan
Ke Padang beli bengkoang
Ke Bukittinggi beli nasi kapau
Jika santri dicari orang
Pergi cari ke tengah surau
Pergi ke pasar membeli bubur
Bubur dimakan dengan ikan
Sekian pantun untuk Bapak Gubernur
Salah janggal tolong maafkan
Nama : Dwi Hanisa
Angkot berhenti di jalan raya
Penumpang masuk dalam angkutan
Dwi Hanisa adalah nama saya
Sebagai peserta pantun spontan
Berpandailah merawat hati
Hati terluka jadi sia-sia
Irwan Prayitno panutan kami
Dalam melestarikan budaya Indonesia
Pohon mangga tumbuh di kebun
Ditanam petani dengan giat
Tiada yang tahu arti sebuah pantun
Sebelum mencoba untuk membuat
Bersorak-sorai penuh gembira
Untuk menyambut Gubernur datang
Senanglah hati tiada terkira
Apabila dapat jadi pemenang
Merenung sepi dalam rintik hujan
Membasahi tanah bila terkena
Hidup ini penuh kejutan
Hadapilah dengan rencana
Sinar matahari sudahlah raib
Berganti malam tak bisa dicegah
Untuk apa meratapi nasib
Kalau bisa untuk mengubah
Makan bakso ditambah cuka
Dimakan berdua ternyata kurang
Hati siapa yang tak pernah luka
Melihat karyanya hangus terbuang
Anak itu bernama Dian
Meminum susu sambil bersantai
Setiap insan mempunyai impian
Saling membantu agar tercapai
Hinggap di pohon burung kakak tua
Untuk keluar mencari makan
Sepuluh pantun untuk semua
Bila salah tolong bimbingkan
Ayah pulang membawa ikan
Ibu menunggu dengan setia
Beribu terima kasih saya ucapkan
Untuk semua rekan dan panitia
Nama : Hanif Wazkia
Honda Ninja Honda Satria
Baru dibeli di tahun ini
Saya ini Hanif Wazkia
Salah satu peserta festival ini
Pergi lebaran ke rumah Retno
Berharap uang akan didapat
Apa kabar Pak Irwan Prayitno
Semoga Bapak sehat walafiat
Pergi ke pantai bersama ayah
Nampak penyu dengan cangkangnya
Saya ini dari Diniyyah
Diniyyah Pasia itu namanya
Waktu kecil suka kartun
Apalagi yang berbentuk badak
Izinkan saya untuk berpantun
Berpantun ria seperti Bapak
Beli ikan di rumah Ratih
Banyak pembeli panjang antrian
Meskipun zaman semakin canggih
Kehidupan akhirat jangan dilupakan
Keliling pasar mencari nasi
Nasi dimakan dengan tuna
Sumatera Barat itu provinsi
Punya pemimpin yang bijaksana
Masak gulai campur kemumu
Kemumunya tumbuh di balik semak
Saya harap bisa bertemu
Agar belajar langsung dari Bapak
Mengangkat barang setiap hari
Barangnya itu sangatlah berat
Bacalah Al-Quran setiap hari
Agar ingat akan akhirat
Suasana di terminal tidaklah aman
Begitupun juga di bandara
Sadarlah wahai saudara seiman
Hidup di dunia hanya sementara
Pergi belajar ke museum
Pergi untuk belajar sejarah
Mari kita berbagi senyum
Karena senyum itu ibadah
Nama : Latifa Fahrun
Duduk-duduk baca surat kabar
Sambil nonton opera van java
Hai kawan apa kabar
Salam kenal saya Latifa
Hari Jumat singgah ke pasar
Jangan lupa uang di saku
Biar hidup tidak kesasar
Rajinlah kamu membaca buku
Gatal-gatal sekujur tubuh
Garuk-garuk seharian
Jangan kamu tidur subuh
Tidur subuh sebab kemiskinan
Jalan-jalan alamat salah
Tambah lama tak bersua
Jangan kamu cari masalah
Masalah pasti datang jua
Pergi ke ladang tampak ngengat
Dikejar-kejar sampai subuh
Tanding juara dengan semangat
Pasti tak kan jumpa musuh
Baju baru banyak yang punya
Dipakai jalan pergi ke taman
Perintah Allah dan rasulnya
Kewajiban manusia mengamalkan
Jalan-jalan dan berkelana
Sekitar jalan banyak tebing
Sayang buku sayang pena
Sama berguna sama penting
Duduk-duduk membuat pita
Pita dihias pada tandu
Sayang alam sayang semesta
Warisan untuk anak cucu
Pagi-pagi cari mama
Ada saya yang diinginkannya
Ilmu dunia ilmu agama
Keduanya sama pentingnya
Terjepit dalam ruang sesak
Kepanasan macam sekarat
Carilah ilmu banyak-banyak
Bekal hidup dunia akhirat
Nama : Nisa Ulhilma Syafitri
Si Budi temannya Farid
Si Farid temannya Budi
Kalau dia remaja mesjid
Dia pasti anak Kuranji
Pergi perang bawa pedang
Pulang perang bawa rampasan
Saya ini anak rantau padang
Ingin pula ke tugu perdamaian
Kalau ingin pergi ke mesjid
Janganlah engkau membawa handuk
Sungguh besar bahaya android
Lagi bukber banyak yang nunduk
Janganlah engkau membeli roti
Kalau bukan ke toko saya
Janganlah engkau bersedih hati
Ada Al-Quran pelipur lara
Ada gula dalam teh es
Kalau diminum tidak bahaya
Yang ini gila yang ini stres
Kalaulah jodoh apalah daya
Pasar raya kawasan ramai
Ramai pedagang gula aren
Sumatera Barat kawasan permai
Rakyatnya gaul gubernurnya keren
Mendengar ayam sedang berkokok
Saya tak bisa menahan tawa
Jika anda seorang perokok
Cobalah dulu belajar membaca
Wajahmu bagaikan mawar
Kalau dilihat hatiku luluh
Suara HP banyak yang ngejar
Suara adzan banyak yang ngeluh
Jika ingin ke tanah suci
Jangan lupa banyak berdoa
Jujur amanah dan rendah hati
Ialah sifat penghuni surga
Pergi ke warung beli ikan tuna
Tidak lupa membeli bakwan
Lima puluh besar tidak apa-apa
Asal bertemu dengan Pak Irwan
Nama : Resvi Elvina
Ke tengah rimba pergi pramuka
Rimba nan luas bak samudera
Assalamualaikum salam pembuka
Mohon dijawab wahai saudara
Ke Diniyyah jadi santriwan
Rajin berzikir dan salawat
Apa kabar bapak Irwan
Semoga sehat walafiat
Pergi ke mesjid untuk ibadah
Pergi bersama dengan Nanda
Saya Resvi dari Diniyyah
Ingin bergabung di festival Anda
Beribadahlah kepada Allah
Agar Allah tidak murka
Jika menang alhamdulillah
Bisa kita bertatap muka
Andi menangis di kejar buaya
Buaya dibunuh dengan kapak
Sungguh terkembang senyum saya
Melihat kesempatan bertemu bapak
Pergi ke hutan membawa kapak
Untuk mengambil buah pala
Saya kagum kepada bapak
Bijaksana tampan pula
Membeli sanjai di tengah pasar
Sebelum pulang hujan turun
Saya baru dapat kabar
Kalau bapak pandai berpantun
Ke pasar aur membeli mawar
Untuk diberikan ke Bapak DPR
Bertemu Bapak untuk belajar
Bukan untuk minta THR
Pergi ke pasar naik kuda
Sampai di pasar membeli santan
Saya ingin belajar dari Anda
Membuat pantun dengan spontan
Jalan-jalan ke Surabaya
Mampir ke pasar membeli ikan
Cukup sekian dari saya
Jika salah tolong maafkan
Nama : Rahmina
Abdul Hakim anak Pak Jono
Abang kandung Nurul Ramadhini
Salam hormat untuk Pak Irwan Prayitno
Dari peserta festival pantun ini
Pergi shalat di Mesjid An-Nur
Pergi ke pantai untuk berkelana
Salam manis untuk Bapak Gubernur
Dari anak pesantren bernama Rahmina
Pergi ke taman menangkap rama-rama
Sudah ditangkap dipegang erat-erat
Marilah kita belajar agama
Untuk bekal kita di akhirat
Anak pesantren rajin shalat
Rajin mengaji itu Zubaidah
Tebarkan senyum setiap saat
Karena senyum itu ibadah
Pergi ke ladang mengambil pokat
Pergi ke pasar membeli pala
Mari kita tunaikan zakat
Agar kita mendapat pahala
Di atas bunga ada kumbang
Terbang melayang rama-rama
Jangan pernah tinggalkan sembahyang
Karena itu tiang agama
Ke kebun memetik kedondong
Kedondong dipetik asam rasanya
Janganlah pernah berlaku sombong
Karena sombong tak ada gunanya
Siaran TV semakin keren
Siaran paling keren itu Tri Arga
Ayo kita masuk pesantren
Tuhan sayang orang tua pun bangga
Ada orang tenggelam minta tolong
Tenggelam di air telaga
Ayo saling tolong menolong
Untuk bekal masuk surga
Pergi ke pasar membeli malabar
Jangan lupa liat atraksi gendang
Jalan-jalan ke daerah Sumbar
Jangan lupa cicipi rendang
Nama : Husnul Khatimah
Berladang ke kebun Pak Tono
Dapat sekarung kayu jati
Selamat datang Pak Irwan Prayitno
Saya menyambut dengan senang hati
Bangun rumah dari batu bata
Membangun dengan hati-hati
Walau engkau jauh di mata
Namun tetap dekat di hati
Burung hantu burung elang
Makannya haram jangan dicoba
Sangat aneh zaman sekarang
Kecil-kecil pakai narkoba
Jalan kaki ke kebun aren
Kebunnya bersih dari sampah
Saya ini anak pesantren
Bersikap peduli dan amanah
Waktu kecil suka gambar
Sudah besar suka kelana
Saya ini rakyat Sumbar
Pemimpinnya arif dan bijaksana
Pucuk ubi rasanya aneh
Jika dimakan dengan gula
Kalau menjadi anak yang shaleh
Shalat jangan ditunda-tunda
Sehelai kertas terbawa angin
Terbawa sampai ke tengah telaga
Mari membantu rakyat miskin
Agar kelak masuk surga
Ubi ungu ubi talas
Banyak dijual di pasar pekan
Jangan pernah tidur di kelas
Dengarkan guru sedang menerangkan
Jalan-jalan ke kota Semarang
Pergi bersama para pemudi
Disiplin waktu dari sekarang
Kelak sukses dikemudian hari
Jari tengah jari telunjuk
Sangat mudah untuk merapat
Jauhilah prasangka buruk
Agar selamat dunia akhirat
Nama : Jihan Qonita
Presiden pertama Bapak Soekarno
Tinggalnya di kota Jakarta
Salam hormat Bapak Irwan Prayitno
Dari peserta Jihan Qonita
Pergi ke pasar membeli ikan
Bersama mama ke pasar raya
Sebelum pantun saya tampilkan
Jawablah salam dari saya
Banyak turis di Pantai Kuta
Turisnya banyak dari Malaysia
Mari budayakan bahasa kita
Bahasa tercinta bahasa Indonesia
Pergi ke pasar numpang parkir
Tempat parkir bersekat-sekat
Dalam hidup janganlah kikir
Sisihkan harta untuk berzakat
Dari mana kain batik
Dari pasar tanjung pinang
Jaga lisan berkata baik
Niscaya orang menjadi senang
Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai kawan hormati ibu
Karena itu jalan ke surga
Duduk melamun di depan teras
Sambil mendengar burung terkukur
Tak mengapa belajar keras
Semoga kelak jadi direktur
Rusa kecil diam terkurung
Kurang makan kurang minum
Cari ilmu jangan murung
Ceria selalu banyak tersenyum
Banyak jamaah di mesjid raya
Duduk berjajar bersah-saf
Sekian pantun dari saya
Salah dan janggal mohon maaf
Hari Minggu ya hari ini
Pergi berlibur bersenang-senang
Betapa senang hati ini
Kalau dapat jadi pemenang
Nama : Putri Suhaini
Main sepeda siang-siang
Terasa hawa yang menyengat
Ucaplah salam dengan lantang
Jawablah salam dengan semangat
Anak IPA buat aki
Dari satu hingga tujuh
Dalam diri ada dengki
Buanglah itu jauh-jauh
Orang gendut mudah pegal
Dibawa urut tambah rintangan
Jangan sedih saat gagal
Gagal itu awal kemenangan
Jika ingin membeli emas
Belilah emas bersama teman
Jika kamu merasa cemas
Tenangkan hati dengan Al-Quran
Murid-murid pada berbudi
Guru-guru pada senang
Jika kamu megemudi
Jangan lupa lihat palang
Dalam kandang ada itik
Kandang dibangun dari bata
20 persen tambah cantik
Jika kamu berkaca mata
Hati takut ke tempat kelam
Jangan lupa membawa keris
Ada cowok berkulit hitam
Petanda dia cowok yang manis
Main-main lempar batu
Kepalaku kena kesakitan
Saat ku cicipi makanan itu
Lidahku bergetar kepedasan
Bapak satpam tutup pagar
Langit merah pertanda petang
Kalau ada lihat yang segar
Dahaga hilang hati pun senang
Berladang di tanah lapang
Menanam biji-biji semangka
Bel berbunyi pertanda pulang
Kami ucapkan sayonara
Nama : Rhaudatul Jannah Nasution
Kupacu kuda dalam arena
Kudaku lari tak tertandingi
Senang bertemu Ibu Nana
Terkambang senyumnya manis sekali
Jalan-jalan ke Romawi
Pergi berdua dengan kekasih
Saya datang bersilaturrahmi
Menyebar dakwah dan cinta kasih
Dadang jalan dengan Si Sulah
Jalannya lunglai tampak lelah
Tak ada nasi Padang tak apalah
Nasi Kapau terhidang Alhamdulillah
Ada kemumu di tepi kali
Rusak di tangan muda-mudi
Raut wajahmu senang sekali
Apa gerangan yang terjadi
Menor juga dandanan nyonya
Merah pipinya kanan dan kiri
Bingung juga aku jadinya
Melihatmu senyum-senyum sendiri
Monyet senang dapat pisang
Walaupun cuma angan-angan
Pada kawanku yang lagi senang
Kapan kita makan barengan
Pak Dadang jadi terkenal
Karena ditangkap menjual sake
Tak usah yang mahal-mahal
Sekotak pizza pun sudah oke
Selendangku berwarna merah
Kupakai hanya di hari raya
Janganlah sedih ataupun marah
Saya hanya bergurau saja
Ada burung di dalam sangkar
Bersiul-siul di gelap malam
Kantung matamu hitam melingkar
Seringkah kamu begadang malam
Kalau kamu ke seberang sana
Naiklah sampan di tepi kali
Mengapa harus sedih merana
Kalau tak punya tambatan hati
Nama : Savira Oktaviani
Ke Semarang bersama kawan
Kawan datang dari negeri ini
Selamat siang Bapak Irwan
Izinkan saya ikut festival ini
Jalan-jalan ke kota Irian
Pergi memakai baju sutera
Apa kabar Bapak Irwan
Semoga sehat dan sejahtera
Jalan-jalan ke Himalaya
Jalan bersama Bapak Polres
Jawablah salam dari saya
Saya Savira dari ponpes
Jalan-jalan ke kota mini
Pergi membawa sekantong acar
Silakan jawab salamku ini
Semoga acara tenang dan lancar
Bertamasya ke Panarukan
Perginya bersama Obama
Shalat jangan ditinggalkan
Karena shalat tiang agama
Baju putih celana merah
Dipakai saat menyapu
Mari kita pergi ke Makkah
Mengerjakan haji bagi yang mampu
Ke Semarang membeli gagak
Gagak dibeli bersama mama
Berbaktilah pada ibu bapak
Karena itu anjuran agama
Ke Makasar membeli kemumu
Kemumu dimakan dengan ikan
Pergi sekolah menuntut ilmu
Untuk menggapai semua impian
Usaha baru beternak ikan
Ikan dibeli dari barat
Dua setengah persen keluarkan
Agar selamat dunia akhirat
Ke pasar membeli asam
Asam ditaruh di atas nampan
Ke sekolah pakai seragam
Agar tampak cantik dan tampan
Nama : Widya Oktavia
Di atas kursi main piano
Bermain indah di hari raya
Salam hormat Bapak Irwan Prayitno
Dari saya bernama Widya
Pergi ke ladang mengambil pepaya
Pepaya diambil dibawa pulang
Jawablah salam dari saya
Salam dijawab hati pun senang
Jalan-jalan ke kota Medan
Nampak durian singgah dahulu
Marilah kita puasa Ramadhan
Karena itu perintah tuhanmu
Buah sawit di kota Jambi
Di Bukittinggi ada buah pokat
Ucapkanlah salawat pada nabi
Karena itu pembawa syafa’at
Orang jatuh di tebing tinggi
Masuk siaran TV Bengkulu
Kamu cantik seperti pelangi
Jangan pergi tinggalkan aku
Ke Rusia mencari lampu
Ke kota melihat indah dunia
Jangan tinggalkan shalat lima waktu
Karena shalat tiang agama
Perempuan bersuku akit
Pagi-pagi pergi belanja
Kalau kamu berlaku pelit
Jangan berharap masuk surga
Ke pasar mencari sarimi
Membawa anak banyak tanya
Selamat datang di rumah adat kami
Ini rumah apa adanya
Mencari lalang di atas akar
Mahal dibeli sukar dicari
Kalaulah memang kamu pintar
Buah apa yang tak berbiji
Pohon kelapa daunnya tipis
Daunnya banyak dicari-cari
Berpisah jangan pernah menangis
Semoga bertemu di lain hari
SMA Negeri 2 Lubuk Basung
Nama : OKSA REZA ERNANDA
Indonesia rumah sang garuda
Tempat bernaung beribu suku
Kalau teringat segala pembeda
Haruslah kita tetap bersatu
Negeri lama tersusun agama
Penganutnya banyak bervariasi
Meski berbeda haruslah bersama
Tak pandang suku maupun pribadi
Eloklah sangat kerukunan dipandang
Semakin dipandang semakin di pandang
sejuklah hati
Jangan karna berbeda kita berperang
tak sayangkah kita pada ibu pertiwi
Jangan takabur hidup berbangsa
Masing pribadi koreksi lah diri
Memanglah kita harus merasa
Kalau konflik semakin menjadi
Mulut bicara pedas terdengar
Tak baik membahas cerita lama
Janganlah kita berbuat onar
Apalagi mengangkut nilai agama
Termenung jiwa melihat berita
Anak bangsa heboh minta keadilan
Perbedaan ini memanglah nyata
Memang itulah jadi permasalahan
Permasalahan kita sungguhlah naif
Bagaikan menghitung kelopak dara
Kini hidup terasa sulit
Hidup rukunlah tanpa menyinggung sara
Hidup rukun mudahlah dicapai
Media sosial tempatnya berilmu
Dalam bersikap janganlah lalai
Kalau lalai susahlah untuk bersatu
Ayolah kita membangun mbangsa ini
Dengan penuh rasa persaudaraan
Kalau sudah tertahan di dalam diri
Mudahlah damai dalam kerukunan
Bangunlah bangsa ini dengan benar
Jagalah dengan sungguh-sungguh
Kalau ingin indonesia bersinar
Marilah menjadi bangsa yang tangguh
Nama : WILDA HAYATI
Tumbuk beras sampai lumat
Agar bisa jadi tepung
Saya sekarang sudah tamat
Dari SMA N 2 Lubuk Basung
Anak pak RT jadi ustadzah
Perilakunya sangat terpuji
Apakah sudah ada ijazah
Atau belum di beri
Anak pak RT jadi uztadzah
Perilakunya sangat terpuji
Saya sudah menerima ijazah
Tapi ada yang mengganjal hati
Anak Tikus, anak buaya
Nilainya bagus tapi kurang biaya
Ada perampok langsung lari
di kejar oleh pemuda
dalam kehidupan sehari-hari
apa pekerjaan orang tua?
Perampok langsung lari
Di kejar oleh polisi
Dalam kehidupan sehari-hari
Orang tua bekerja sebagai petani
Sayur-sayuran di tanam di ladang
Buahnya merah yaitu cabai rawit
Ibu bekerja ke sawah orang
Ayah bekerja di kebun sawit
Buah mangga dekat batang rambutan
Berapa penghasilan orang tua sebulan?
Mencari uang dengan tenaga
Bekerja keras untuk hidup
Kurang lebih dua juta
Alhamdulilah itu sudah cukup
Makan di nrestoran menambah selera
Pemerintah mengeluarkan karti indonesia sejahtera
SMK N 1 Lubuk Basung
Nama : Ikhsanul Fiqri
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Ka Tiku Mambali Rangkitang
Ka Batang aia Pai Balumbo
Jan Lah Angku Berang Berang
Mari Kito Bagurau Basamo samo
Sabana Lamak Gulai randang
Indak Salamak Sambalado
Oi Udin Angku Lah Gadang
Sampai Kini Masih Marando
Di padang Banyak Bingkuang
Bingkuang nyo banyak nan Gapuak Gapuak
Oi Udin Angku lah Gadang
Jan sampai Jadi Bujang Lapuak
Pasa Bawah Acok Tabaka
Indak Sa Acok Hati Nan Taluko
Dek Hutang Angku Sambuah Hala
Hutang Nan Ka Ambo Jan Sampai Lupo
Pai Main Ka Pulau Subarang
Singgah Sabanta Naiak Kapa Tabang
Bialah Ambo Hiduik Bautang
Asa ndak Mancilok Pitih Urang
Godok Pisang Dibuek Amak
Jan, Sampai Lupo Dimakan
Si udin Bantuak anak-anak
Indak disuok an , Indak Ka makan
Yo Rancak Artis Barat
Indak Sarancak Urang Minang
Si Udin Hiduik Melarat
Tapi Inyo Acok sumbayang
Gulai Simpadeh Pa Goyang Lidah
Gulai paku Paubek Litak
Kantuik Angku Mambuek Muntah
Mungkin Angku Sadang Litak
Urang Subarang Naiak padati
Ditangah Jalan Padatinyo patah
Jan Lah Angku Sakik Hati
Karano Kito Hanyo Bagarah
Yo Harum Kantuik Angku
Dak Saharum Katiak Ambo
Oi udin ambo baliak Dahulu
Dek Hari lah ka ampia sanjo
SMA N 1 TILATANG KAMANG
Nama :Verdian Ramdhani
Malam hari kedatangan tamu
Ternyata tamu dari belgia
Budayakan pantun dalam hidupmu
Pantun spontan salah satunya
Caliak ayam pai karimbo
Jalan malenggok mancari makan
Marilah kito goro basamo
Barasiahan kelas, bungo jo halaman
Oleng kapa si Muraba
Jatuah tanggalam langsuang baranang
Marilah kito makan bajamba
Paruik kanyang hatipun sanang
Cari buah dalam kebun
Buah didapat masuk karung
Ayo kawan bermain pantun
Daripada engkau terus bermenung
Karupuak badaruak - daruak
Dimakan balasau- lasau
Takajuik ambo sadang duduak
Kironyo namo ambo lah taimbau
Di pasa mambali jamu
Jamu diminum samo Baron
Sasakali kito batamu
Mintak Pin BB jo No.Telpon :D
Pai sakolah bajalan kaki
Tibo di simpang dapek tumpangan
Awak surang nan laki - laki
Aka cadiak baparetongan
Hari Minggu mandabiah bantiang
Batiang diirik katangah pakan
Jiko awak urang santiang
Nan Sholat jan dilupokan
Pai ka toko si Eyang Subur
Tibo disitu cari kalikih
Mancuri pandang caliak gubernur
Senyumnyo rancak galaknyo manih
Tangan terjepit kaki terkilir
Sakitnya ampun tiada tara
Inilah pantun yang terakhir
Semoga bisa bawa juara
SMA 1 Ampek Angkek
Nama : YULIA RESKY
Hendak gugur, gugurlah sang nangka
Sang nangka matang, hasilnya di kongsi
Berbudi luhur itulah budaya kita
Berkata mulut tidak menusuk hati
Bunga sekuntum, mekarkan sejambak
Pasangkan lilin jalan ke taman
Tiada guna mulut tak berpasak
Sakit sedikit membekas berkesan
Sungguh memikat daun semanggi
Burung tempua membuat sarang
Jikalau nona sungguh berbudi
Bila berucap mulut tak mengarang
Buah manggis di dalam tampi
Girangnya hati sang taruna
Tutur kata Tuan sungguh rapi
Sungguh setampan sang arjuna
Takkan kayu berbatang padi
Esok pagi kayu di bakar
Mulut anda bagaikan api
Membuat hati terasa terbakar
Di tepian kali saya menyinggah
Menahan penat yang menjerat
Kata katamu sungguh indah
Sampai hati ini terperanjat
Si anak bujang sangatlah gagah
Banyak gadis berebutan
Sungguh pandai kau bersikap ramah
Tentu kan banyak mempunyai teman
Di kota Padang kau berlibur
Di sana membeli cendramata
Tutur katamu sungguh menghibur
Menghilangkan resah gundah gulana
Di dalam kebun ibu menanam
Di tanam mawar melati
Kata kata tuan sungguh tajam
Hingga ku bawa sampai mati
Cantik sungguh bunga kejora
Menemani siang begitu indah
Sungguh indah tutur kata Nona
Mengobat hati yang terasa resah
Di bawa berdagang dijadikan uang
Tidak disangak kita bertemu jua
Betapa tajam pisau parang
Tajamlah lagi mulut manusia
Memanggang ikan bumbu kemiri
Untuk makannya si anak dara
Jagalah mulut untuk harga diri
Karena mulut kita sengsara
Kelat sekali buah peria
Barang yang lepas jangan dikenang
Janganlah murah anda berkata
Murah di mulut mahal ditimbang
Airnya jernih, lubuknya tenang
Jangan disangka tiada buaya
Bahasa kita telah kau buang
Dengan cara menghancurkan budaya
Kupu kupu terbang merayap
Burung perkutut terbang jua
Hati hati kau bisa terperangkap
Karena mulutmu berdusta jua
Pohon mangga di dalam taman
Juga ada pohon kedondong
Matilah raga dikucilkan
Kerena tuan suka berbohong
Anak panda di kampung Cina
Di sana ada bambu sejati
Jangan gantikan bahasa kita
Tanpa bahasa negeri ini bisa mati
Air puthi dalam cawan
Mata hati harus jeli
Biar wajah tak rupawan
Yang penting baik mulut dan hati
Kalau ku tahu paria pahit
Tidak akan pernah ku makan
Kata- katamu sunggu sakit
Entah kapan akan aku maafkan
Jikalau Tuan hendak kepasar
Carikan saya bunga kemboja
Kata kata Ananda sungguh kasar
Apa tidak ada penyaringnya
Nama :Azzahra
Biologi belajar kupu-kupu
Setelah itu belajar kimia
Sungguh indah negriku
Negri tercinta Indonesia
Tia membeli mobil mewah
Saya membeli buku
Minangkabau tempat terindah
Tempat lahir dan mati ku
Ke pasar beli kemumu
Bertemu dengan pak Tata
Merah putih bendera ku
Indonesia negara ku tercinta
Ibu guru membeli kipas
Kipas dibeli di pasar minggu
Belajar dengan cerdas
Agar Indonesia semakin maju
Si Mumut beli kelapa
Kelapa dibeli bersama zahra
Indonesia sangatlah kaya
Kaya dengan ragam bidaya
Kemaren belajar konjungsi
Sambil minum air kelapa
Pejabat negra banyak korupsi
Itulah negriku Indonesi
Dalam seminggu ada 7 hari
Hari Minggu paling dinanti
Bila anda jalan-jalan ke Bali
Jangan lupa ke pantai Kuta
Jalan-jalan ke Bukittinggi
Lihat Jam Gadang at tinggi
Wahai rakyat jangan korupsi
Sungguh kasihan Ibu Pertiwi
Beli batik bersama Nini
Melihat pramugari bernama Zahwi
Sungguh elok negri ini
Di kandung badan Ibu Pertiwi
Ke Jakarta membeli kue
Bertemu dengan Ruben Onsu
Dari Sabang sampai Merauke
Berdiri gagah Indonesia ku
Pak Rifki dokter gigi
Menyukai warna biru
Gunung-gunung menjulang tinggi
Di Indonesia tanah air ku
Bu Rina membuat semur
Pak Rino menjahit bendera
Pejabat bersih dan makmur
Rakyat negar menjadi sejahtera
Si Deli pergi ke Ngalau
Pergi ke Ngalau bersama Tania
Negara beribu pulau
Berada di Indonesia
Kupu-kupu mencari madu
Madu dicari sangatlah lama
Negara kita akan maju
Bila kita berjuang bersama
Kerbau mandi di tengah sawah
Dimandikan pak Angga
Indonesia sangatlah ramah
Antar umat beragama
Nama : Fahrul Rozi
Judul pantun : Pantun sebagai Sarana Dahwah
Pasir putih pantai Gondariah
Kereta api Padang Pariaman
Cinta kasih Mamah dan Aah
Curhat dong mah tiada tandingan
Jam Gadang hiasan Bukittinggi
Tinggi menjulang disudut kota
Kami senang kegiatan ini
Ingin mengulang tradisi lama
Puncak Lawang banyak pohon pinus
Tumbuh rindang view panorama
Bapak ibu berhati tulus
Dengan hormat kami terima
Jembatan akar titian akar
Aliran air batang Bayang
Bukannya ahli bukannya pakar
Pantun dibuat untuk bersenang
Istana Pagaruyuang dijaga ketat
Berlatarkan perbukitan yang indah
Pantun dibuat banyak manfaat
Bisa menghibur dan berdakwah
Bukan sungai bukan lautan
Air terjun Lembah Anai
Jika ingin tentram dan aman
Ibadah sedekah rajin disemai
Ngalau Indah wisata alam
Banyak orang berfoto ria
Perbanyaklah shalat malam
Semoga dikabuli segala do'a
Danau Kembar Danau Singkarak
Wisata Solok berdekatan
Kalau ingin pahala banyak
Baca Al-Quran kita tingkatkan
Sumbar Riau Kelok Sembilan
Bukit cadas Lembah Harau
Sabar tawakal dalam ujian
Takdir Allah janganlah risau
Sungai Jernih ikan larangan
Danau Maninjau Bujang Sembilan
Jika ada salah dan kekurangan
Sudilah kiranya dimaafkan
SMA NEGERI 1 Candung
Nama :Rihadatun Nafi
Beli beras bagus pakai gentang
Terbang merpati tak bisa diterka
17 Agustus sudah akan datang
Tapi rasa hati belum merdeka.
Berhawai hawai ditepi kolam ikan
Si emak kaget tak terkira
Pawai meriah pasti diadakan
Banyak bunyi terompet dan sorak gembira.
Si bagus dari kayangan
Lari bersorak ingin ke Amerika
17 Agustus hari kemenangan
Mari bersorak Indonesia merdeka
Cendrawasih terbang di bawah awan
Bangau ditahan terbang dengan ikatan
Terima kasih para pahwalan
Engkau antarkan kami ke gerbang kemerdekaan
Muka mulus jadi bengkak
Jalan jalan ke Asia
17 Agustus Indonesia bersorak
Semoga jasa pahlawan tak sia sia
Beli sepatu di dekat toko buku
Beli layang layang bareng si salsa
Aku cinta tanah air ku
Akan ku bela sepanjang masa
Jalan jalan ke taman lebah
Hari panas pun makan madu
Jaman boleh berubah
Tapi berbalas pantun tetap hobi ku
Jalan jalan ke pasar Maluku
Singgah ke Magelang membeli tinta
Betapa indah Indonesia ku
Luas terbentang di depan mata
Beli madu memakai tutup
Pasar bawah bau bawang
Senatiasa sabar dalam hidup
Agar Allah selalu sayang
Beli mises pas lampu redup
Kiri kanan jadi bengong
Semoga sukses dalam hidup
Tapi Jangan jadi orang sombong.
SMK Plus BNM Tanjung Mutiara
Nama :AWIDYA ERNAMAN PUTRI
Sala lauk di Pariaman
Pregedel Jagung di padang Panjang
Jika Bapak mengizinkan
Bolehlah saya jadi pemenang
Putih manis buah bengkuang
Mangga muda terasa asam
Sungguh aneh zaman sekarang
Orang kaya makan nasi dan garam
Ada orang penjual telur asin
Berkeliling dari rumah ke rumah
Meskipun saya orang miskin
Tetap semangat untuk sekolah
Pergi ke pasar ke toko Pak Halim
Jangan lupa membeli lokan
Sudah jelas orang muslim
Tetapi pacaran tetap dilakukan
Jalan-jalan ke atas bukit
Sambil membawa pisang emas
Kalau Bapak-Ibu jatuh sakit
Ayo berobat gratis ke puskesmas
Gajah marah kepada Si kancil
Karena si Kancil tidak setia kawan
Biarpun kami orang kecil
Tetapi kami hidup rukun dan aman
Duduk santai membaca koran
Koran dibaca orang bijak
Jika Bapak-Ibu taat aturan
Tentu tak lupa membayar pajak
Rumah Gadang di Batu sangkar
Tempat Niniak Mamak bermufakat
Untuk apa kita bertengkar
Karena tidak mendatangkan manfaat
Jalan-jalan ke Kota Padang
Singgah sebentar ke Masjid raya
Siapa saja yang suka rendang
Langsung saja pesan kepada saya
Bapak tua memakai kacamata
Kacamata dipakai diakhir pekan
Jika saya salah berkata
Dengan lapang dada mohon maafkan
SMAN 1 SUNGAIPUA
Nama : FILZAH PUTI ANDEV
Makan asinan rasa durian
Duduk di bawah pohon keramat
Assalamualaikum saya sampaikan
Jawablah salam semoga selamat
Si Rizki makan ketoprak
Makan ketoprak diatas daun
Walaikumsalam di jawab serentak
Bagi seluruh orang festival pantun
Marcellino di panggil Lino
Jalan-jalan sama Pak Kahar
Selamat datang Pak Irwan Prayitno
Diacara kompetisi pantun antar pelajar
Pagi-pagi pergi ke Sungai Pua
Pergi sekolah dengan berjalan
Salam kepada bapak ibu semua
Tak tersebut semua mohon maafkan
Pengantar
Pak Haji guru kami berprestasi
Dua belas tahun sudah mengajar
Saya mau ikut berkompetisi
Kompetisi pantun antar pelajar
Jalan-jalan ke kota Banjar
Pergi pulang diantar Tutun
Saya pelajar baru belajar
Baru-baru membuat pantun
Pesan
Membuat teh jangan lupa galau
Membuat bakwan jangan lupa terigu
Biarpun sekolah tak ada biaya
Asalkan ada keinginan untuk maju
Buat agar-agar rasanya moka
Gunakan gula yang sudah ditempian
Cabut-cabutan apa gunanya
Tak dapatkan hasil, hancurkan impian
Penutup
Pergi ke sungai membawa pasta formula
Jangan lupa membilas badan
Pantun saya pantun pemula
Mohon maaf bila ada kesalahan
Makan pagi pakai ikan
Minumnya pakai air Aqua
Wassalamualaikum saya ucapkan
Salam sejahtera untuk kita semua