A. KARAKTER ANAK SALEH

KARAKTER ANAK SALEH

 

  1. Akhlak Mulia

Orang yang tidak sayang kepada yang lebih muda dan hormat kepada yang lebih tua bukanlah golongan kita (HR Turmudzi 4/321 h.n 1919).

 

“Orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah, sayangilah semua makhluk yang ada di bumi, maka engkau akan disayangi oleh penduduk langit” (HR Abu Daud 4/285 h.n 4941).

 

Dari Abu Hurairah RA bahwa suatu hari Al-Aqra bin Habis melihat Rasulullah SAW sedang menciumi Al-Hasan. Kemudian Al-Aqra memberitahukan kepada Rasulullah SAW bahwa dia memiliki sepuluh anak tetapi belum pernah mencium salah seorang di antara mereka. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi” (HR Bukhari 5/2235 h.n 5651 dan Muslim 4/1808 h.n 2318).

 

Imran bin Hisain berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda: “Sifat malu itu selalu mendatangkan kebaikan (HR Bukhari 5/2267 h.n 5766 dan Muslim 1/64 h.n 37).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Iman itu ada enam puluh atau tujuh puluh tingkat; yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan yang ada di jalan, dan yang paling tinggi mengucapkan: “Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan melainkan Allah) dan yang paling rendah membuang duri dari jalan dan malu itu merupakan bagian dari iman” (HR Muslim 1/63 h.n 35).

 

Hendaklah kalian malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu. Kami (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, alhamdulillah kami juga telah malu kepada Allah!” Beliau bersabda: “Bukan itu! Tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu ialah: Hendaknya engkau memelihara kepala beserta isinya, memelihara perut beserta yang dikandungnya, mengingat mati dan keburukannya. Barangsiapa mengharapkan kehidupan akhirat maka dia tidak terpedaya oleh hiasan duniawi. Barangsiapa yang telah melaksanakan semua itu maka dia telah benar-benar merasa malu kepada Allah” (HR Turmudzi 4/637 h.n 2458).

 

Ya Tuhanku, berilah kemampuan kepadaku untuk dapat mensyukuri nikmatMu yang telah Kau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, anugerahilah aku kemampuan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh.

 

Rasulullah bersabda: ”Akhlak terpuji akan melebur kesalahan sebagaimana sinar matahari akan meleburkan es dan akhlak yang buruk akan menghancurkan amal sebagaimana cuka merusak madu” (HR Tabrani fil Awsath 1/259 h.n 850 di dalam sanadnya ada perawi yang dhaif) .

 

Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi dari keluhuran akhlaknya dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang bengis dan kejam (HR Turmudzi 4/362 h.n 2002).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Saya menjanjikan rumah di surga yang paling bawah untuk orang yang menghindari perbantahan walaupun sebenarnya dia berada di pihak yang benar dan rumah surga pertengahan untuk orang yang meninggalkan kebohongan walaupun dia dalam keadaan bergurau dan rumah di surga yang paling atas untuk orang yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud 4/253 h.n 4800).

 

Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat tempatnya dari tempatku di hari kiamat, ialah orang-orang yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling aku benci dan yang paling jauh tempatnya dari tempatku di hari kiamat, ialah orang-orang yang cerewet, suka membual dan omong besar (HR Turmudzi 4/370 h.n 2018).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Manusia yang paling sempurna dan paling tinggi keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isteri-isterinya” (HR Ibnu Abi Syaibah 5/210 h.n 25318).

 

Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur (QS An Nahl: 78).

 

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah (QS Asy Syura: 40).

 

Tidaklah anak Adam (umat manusia) memenuhi suatu wadah yang lebih jelek daripada perutnya. Hanya sekedar kebutuhan untuk mempertahankan kekuatan tubuhnya saja dia makan. Apabila merasa harus makan banyak, maka hendaklah dibagi isi perutnya, yaitu: sepertiga untuk menyimpan makanannya, sepertiga untuk menyimpan minumnya, dan sepertiga lagi untuk pernafasannya (HR Turmudzi 4/590 h.n 2380).

 

Siapa yang salatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak bertambah dekat dari Allah, melainkan lebih jauh (HR Tabrani fil Kabir 11/54 h.n 11025).

 

  1. Akhlak Rasulullah

Dari Husein bin Ali, katanya: “Aku bertanya pada ayahku tentang perangai Rasulullah SAW dengan para sahabatnya. Maka, jawabnya, “Rasulullah SAW selalu tampak riang gembira, murah hati, lemah lembut, tidak keras dan kaku, tidak suka bicara keras dan kasar, tidak suka mencaci maki dan berpura-pura, dan melupakan apa-apa yang tidak berkenan di hatinya. Tidak pernah mengecewakan harapan orang dan melepaskannya dengan ringan”.

 

Jabir bin Abdullah berkata, “Tidak seorangpun yang datang minta sesuatu kepada Rasulullah SAW yang dijawab dengan kata tidak” (HR Bukhari 5/2244 h.n 5687 dan Muslim 4/1805 h.n 2311).

 

Dari Jarir bin Abdullah RA katanya, “Sejak saya masuk Islam, saya melihat Rasulullah SAW selalu tertawa” (HR Muslim 4/1925 h.n 2474).

 

Dari Abu Hurairah RA katanya, “Mereka bertanya: “Ya Rasulullah baginda bergurau dengan kami?” Rasulullah SAW menjawab “Ya, tapi aku tidak berbicara, melainkan dengan sebenarnya” (HR Ahmad 2/360 h.n 8708).

 

Dari Aisyah RA katanya, “Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang makan bersama enam orang sahabatnya, datang seorang badui dan ikut makan sebanyak dua suapan. Rasulullah berkata, orang itu tentu mengucapkan Basmallah, sehingga ia merasa puas. Oleh karena itu, jika kalian akan mulai makan, hendaklah mengucapkan Basmallah” (HR Ibnu Majah 2/1086 h.n 3264).

 

Dari Ummu Kultsum dari Aisyah RA katanya, “Apabila kalian lupa menyebutkan nama Allah Taala pada waktu makan, maka ucapkanlah bismillahi fil awali wal akhiri (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)” (HR Turmudzi 4/288 h.n 1858).

 

Dari Abi Amamah katanya, “Rasulullah SAW bila selesai makan mengatakan: “Alhamdulillah, semoga menjadi makanan yang lezat dan berkah” (HR Bukhari 5/2078 h.n 5142).

 

Diceritakan oleh Muhammad bin Jafar, katanya, “Aku melihat Rasulullah SAW minum sambil berdiri dan sambil duduk” (HR Turmudzi 4/301 h.n 1883).

 

Dari Anas bin Malik RA, katanya, “Sebenarnya Rasulullah bernapas setelah minum tiga teguk (tidak sekaligus), seraya berkata: “Yang demikian itu lebih lezat dan memuaskan” (HR Turmudzi 4/302 h.n 1884).

 

Dari Anas RA, ia berkata: “Nabi SAW bila mengucapkan suatu kalimat, beliau mengulanginya sampai tiga kali, sehingga pendengarnya memahaminya. Apabila beliau datang kepada suatu kaum, beliau memberi salam kepada mereka tiga kali” (HR Bukhari 1/48 h.n 95).

 

Dari Hudzaifah, katanya, “Biasanya Nabi SAW jika pergi tidur mengucapkan: “Ya, Allah! Dengan namaMu aku mati dan hidup. Bila bangun tidur mengucapkan: “Alhamdulillah, yang telah menghidupkan kami, sesudah mematikan kami, dan kepadaNya kami dikumpulkan” (HR Bukhari 6/2692 h.n 6959).

 

Dari Umar bin Khattab RA, katanya, “Saya melihat Hasan dan Husain berada di pundak Nabi SAW. Saya kemudian berkata kepada kedua anak itu, “Sungguh! Kuda terbaik yang kalian tunggangi itu”. Rasulullah kemudian menjawab, “Sungguh, keduanya adalah penunggang kuda terbaik” (HR Bazzar 1/418 h.n 293 dengan sanad yang dhaif).

 

Rasulullah SAW pernah diminta untuk mengutuk musuh-musuhnya. Ia menjawab, “Aku tidak didatangkan untuk menjadi tukang kutuk, tapi menjadi rahmat” (HR Muslim 4/2006 h.n 2599).

 

Rasulullah SAW bersabda: Orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi pada hari kiamat dan tidak juga pemberi syafaat (HR Muslim 4/2006 h.n 2598).

 

Siapa yang menzalimi orang-orang yang terikat pada suatu perjanjian, atau membebaninya melebihi kemampuannya, maka saya akan menjadi lawannya di hari kiamat kelak (HR Abu Daud 3/170 h.n 3052 dan Baihaqi 9/205 h.n 18511).

 

Pada suatu hari, ada seorang lelaki berjalan di terik matahari. Dia merasa haus sekali. Tiba-tiba ia menemukan sebuah sumur. Ia lalu turun dan minum sepuasnya. Setelah puas ia keluar kembali. Di luar ia melihat seekor anjing sedang kehausan. Karena hausnya, anjing itu sampai memakan tanah. Orang itu berpikir, “Nampaknya anjing ini sedang kehausan seperti saya tadi”. Ia lalu kembali turun ke sumur tadi dan mengambil air untuk si anjing itu. Anjing itu diberi air sepuasnya. Ternyata Allah sangat berterima kasih kepada orang itu. Allah berkenan mengampuni dosanya (HR Muslim 4/1761 h.n 2244).

 

Telah dimasukkan ke dalam neraka seorang perempuan karena ia mengikat seekor kucing. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya mencari makanannya (HR Bukhari 3/1205 h.n 3140 dan Muslim 4/2110 h.n 2619).

 

  1. Belajar Rajin

Rasulullah SAW bersabda: Seorang alim lebih berbahaya bagi syaitan daripada seribu ahli ibadah (HR Ibnu Majah 1/81 h.n 222).

 

Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan untuknya menuju surga (HR Muslim 4/2074 h.n 2699).

 

Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan untuknya menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan kedua sayapnya untuk menuntut ilmu, disebabkan ridha Allah kepadanya, dan orang yang alim akan dimintakan ampun oleh semua yang berada di langit dan di bumi, bahkan ikan di lautanpun akan memintakan ampun untuknya. Dan kelebihan seorang alim terhadap seorang abid seperti kelebihan bulan atas semua bintang (HR Turmudzi 5/48 h.n 2682).

 

Menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin dan ilmu yang tidak diletakkan kepada orang yang bukan ahlinya seperti mengikat babi dengan emas permata (HR Ibnu Majah 1/81 h.n 224).

 

Carilah ilmu, sejak dari buaian sampai liang lahat (perkataan ini dinisbahkan kepada Nabi sebagai suatu hadits, namun tidak ditemukan ulama yang meriwayatkannya. Dan biasanya perkataan ini disampaikan dengan istilah yang menunjukkan kelemahannya dalam ilmu hadits).

 

Rasulullah SAW bersabda: Seorang alim lebih berbahaya bagi syaitan daripada seribu ahli ibadah (HR Ibnu Majah 1/81 h.n 222).

 

  1. Berbuat Baik kepada Ibu Bapak

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah memeliharaku di waktu kecil (Doa).

 

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah: “Siapakah manusia yang paling berhak mendapat perlakuan baik dariku?” Beliau menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya: “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya: “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya lagi: “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ayahmu” (HR Bukhari 5/2227 h.n 5626 dan Muslim 4/1974 h.n 2547).

 

  1. Perkataan yang Baik

Tidak dikatakan orang yang beriman, orang yang suka mencela, melaknat, berperangai buruk dan berbicara kotor (HR Ibnu Hibban 1/421 h.n 192).

 

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam (HR Bukhari 5/2240 h.n 5672 dan Muslim 1/68 h.n 47).

 

  1. Bersabar

Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin ini. Sesungguhnya setiap keadaan yang dihadapi semuanya baik. Dan hal itu tidak akan dimiliki oleh seseorang kecuali orang mukmin saja. Jika mendapati keadaan yang menggembirakan maka dia bersyukur, dan hal itu adalah baik baginya. Sedangkan jika dia mendapati penderitaan maka dia bersabar, dan hal itu juga baik baginya (HR Muslim 4/2295 h.n 2999).

 

Sahabat Abdullah bin Masud RA berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, “Bukan termasuk golonganku orang yang memukul-mukul pipinya, merobek-robek sakunya, serta berdoa dengan cara-cara jahiliyah” (HR Bukhari 1/436 h.n 1235 dan Muslim 1/99 h.n 103).

 

  1. Bersikap Jujur

Ya Ali, Tetaplah pada sifat jujur, walaupun memberi mudharat kepadamu dalam waktu yang dekat dan memberi manfaat dalam waktu yang jauh. (Hadits ini disebutkan oleh Al-‘Ajaluni, diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya tanpa menyebutkan sanad dan kedudukan haditsnya).

 

Hendaklah kalian menghias diri dengan kejujuran, karena kejujuran itu membimbing orang pada kebaikan, dan kebaikan itu mengawal orang ke surga, dan selama orang itu senantiasa bersikap jujur, sehingga Allah menetapkannya sebagai orang yang shiddiqan (jujur). Dan hendaklah kalian menjauhkan diri dari kebohongan, karena kebohongan itu menggiring orang pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu menjerumuskan orang ke api neraka. Dan orang yang selalu berbohong, Allah menetapkannya sebagai kadz-dzaaban (pembohong) (HR Bukhari 5/2261 h.n 5743 dan Muslim 4/2012 h.n 2607).

 

  1. Halus Budi Pekerti

Muliakanlah anak-anakmu, dan tingkatkan kehalusan budi pekertinya (HR Ibnu Majah 2/1211 h.n 3671).

 

  1. Hati Terbuka

Sesungguhnya Allah tidak melihat pada jasad dan rupa kalian, akan tetapi Dia melihat pada hati kalian (HR Muslim 4/1986 h.n 2564).

 

Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala pekerjaanku (urusanku) dan lancarkanlah lidahku agar mereka paham pembicaraanku (QS Thaha: 25-28).

 

  1. Memberi Maaf

Dan hendaklah mereka memberikan maaf dan berlapang dada. Apakah kalian tidak menginginkan bahwa Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih (QS An Nur: 22).

 

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan (QS Asy Syura: 43).

 

Apabila orang-orang jahil mengganggu mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan (QS Al Furqan: 63).

 

Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS An Nur: 22).

 

Maukah aku beritahukan kepada kalian hal-hal yang dapat memuliakan bangunanmu dan meninggikan derajat di sisi Allah? Mereka menjawab: “Mau, ya, Rasulullah!” Rasulullah bersabda: “Memaafkan orang yang menzalimimu, bersedekah pada orang yang tidak pernah memberi kepadamu, dan menyambung silaturahim dengan orang yang telah memutuskan hubungan dengan kamu” (HR Tabrani fil Awsath5/364 h.n  5567).

 

  1. Mempunyai Rasa Malu

Imran bin Hisain berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda: “Sifat malu itu selalu mendatangkan kebaikan” (HR Bukhari 5/2267 h.n 5766 dan Muslim 1/64 h.n 37).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Iman itu ada enam puluh atau tujuh puluh tingkat; yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan yang ada di jalan, dan yang paling tinggi mengucapkan: “Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan melainkan Allah) dan yang paling rendah membuang duri dari jalan dan malu itu merupakan bagian dari iman” (HR Muslim 1/63 h.n 35).

 

Hendaklah kalian malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu. Kami (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, alhamdulillah kami juga telah malu kepada Allah!” Beliau bersabda: “Bukan itu! Tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu ialah: Hendaknya engkau memelihara kepala beserta isinya, memelihara perut beserta yang dikandungnya, mengingat mati dan keburukannya. Barangsiapa mengharapkan kehidupan akhirat maka dia tidak terpedaya oleh hiasan duniawi. Barangsiapa yang telah melaksanakan semua itu maka dia telah benar-benar merasa malu kepada Allah” (HR Turmudzi 4/637 h.n 2458).

 

  1. Menambah Kepandaian

Ya Allah, kami mohon kepadamu kepandaian agama, tambahnya ilmu, cukupnya rezeki dan kesehatan atau sehat badan, mohon diterimanya taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, pengampunan sesudah mati, selamat dari neraka, pengampunan di akhirat (hisab) dan lezatnya melihat Zat Mu yang sangat mulia, wahai Zat yang paling pengasih dari segala yang pengasih (Doa).

 

  1. Menahan Kesusahan

Tuhan yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (QS Asy Syuara’: 78-80).

 

Ya Allah, hanya kepadaMu aku mengadukan kelemahan kekuatanku, sedikitnya daya upayaku, dan kehinaanku atas manusia, wahai Zat Yang Paling Penyayang. Kepada siapakah Engkau serahkan aku, kepada musuh yang hendak menyerangku, atau kepada kerabat yang Engkau jadikan mengurusi urusanku? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli. Hanya keselamatan dariMu sungguh lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya ZatMu yang mulia, yang menyinari seluruh langit dan bumi dan menerangi kegelapan, dan menjadi baik pula karenanya seluruh urusan dunia dan akhirat, semoga Engkau hentikan marah dan murkaMu padaku, milikMu segala keridhaan, sehingga Engkau meridhaiku. Dan tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Engkau (Doa ini disebutkan oleh Haytsami dan beliau mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh Tabrani, Hadits ini sahih).

 

  1. Mencari Teman Baik

Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang yang beriman. Dan janganlah makan makananmu kecuali orang yang bertakwa  (HR Abu Daud 4/259 h.n 4832).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu akan sama dengan orang yang dicintainya, dan baginya apa yang diusahakannya” (HR Turmudzi 4/595 h.n 2386).

 

  1. Menjauhkan Perbuatan Maksiat

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon taubat yang abadi padaMu. Dan kami berlindung padaMu dari segala perbuatan maksiat dan sebab-sebabnya. Dan ingatkanlah kami dengan perasaan takut kepadaMu sebelum diserang oleh keinginan untuk melakukan perbuatan itu. Selamatkanlah kami dari padanya, dan dari pemikiran untuk menempuh jalan-jalannya. Dan hilangkanlah dari hati kami kelezatan sesuatu yang kami lakukan dari padanya, dan gantilah ia dengan kebencian terhadapnya dan  ketamakan untuk melakukan yang sebaliknya (Doa).

 

  1. Menolong Sesama

Seorang mukmin atas mukmin yang lain adalah ibarat sebuah bangunan, bagian-bagiannya saling menguatkan satu sama lain (HR Bukhari 1/182 h.n 467 dan Muslim 4/1999 h.n 2585).

 

Dan tolong menolonglah kalian dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan (QS Al Maidah: 2).

 

Barangsiapa yang membuat kelapangan atas kesempitan manusia di dunia, maka Allah akan memberikan kelapangan kepadanya dari kesempitan suasana di hari kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib orang muslim di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada seorang hamba, sepanjang hamba tersebut mau memberikan pertolongan kepada saudaranya (HR Muslim 4/2074 h.n 2699).

 

  1. Tidak Bersedih

Sesungguhnya aku berserah diri kepada Yang Maha Hidup, yang takkan pernah mati. Tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

 

  1. Tidak Berselisih

Janganlah kamu sekalian saling berselisih berebut-rebutan, bila kamu berbuat demikian akan menjadi umat yang lemah, sehingga hilanglah kekuatanmu. Sabarlah, sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar (QS Al Anfal: 46).

 

  1. Tidak Dengki

Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan dan juga saudara-saudara kami yang telah beriman dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang (QS Al-Hasyr: 10).

 

  1. Tidak Hasad

Dua ekor serigala yang lapar berhasil memasuki kandang sekelompok kambing, tidak lebih jahat dari sifat rakus pada harta dan dengki (HR Turmudzi 4/588 2376).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki. Sesungguhnya sifat dengki itu akan melahap kebaikan laksana api melahap kayu bakar (rumput kering)” (HR Abu Daud 4/276 h.n 4903).

 

2i. Tidak Mengikuti Hawa Nafsu

Sesungguhnya orang-orang yang senang makan kenyang di dunia, mereka akan menderita lapar di akhirat kelak (HR Hakim 4/135 h.n 7140 hadits ini dhaif).

 

Allah SWT berfirman, “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia” (QS Thaha: 81).

 

Makan dan minumlah, berpakaianlah serta bersedekahlah kalian, selama tidak disertai dengan penghamburan dan pemborosan (HR Bukhari 5/2181 h.n 5445).

 

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (QS Al Mukminun: 5-6).

 

Rasulullah SAW bersabda: Terimalah dariku enam perkara, maka saya akan menjanjikan untukmu surga: Jika engkau berkata janganlah bohong, jika berjanji janganlah dusta, jika diberi amanah janganlah khianat, tundukkanlah pandanganmu, peliharalah tanganmu dan peliharalah kemaluanmu (HR Baihaqi fis Syuab 4/78 h.n 4356).

 

Ketenangan itu dari Allah dan terburu nafsu itu dari syaitan (HR Baihaqi 10/104 h.n 20057).

 

  1. Tidak Pemarah

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menahan diri dari marah dan dapat mengendalikan emosi, niscaya Allah SWT akan memanggilnya pada hari kiamat lebih dulu daripada makhluk lain sehingga diberitahukan-Nya untuk memilih bidadari mana saja yang dikehendakinya” (HR Abu Daud 4/248 h.n 4777).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah orang yang kalian anggap paling berani di antara kalian?” Mereka menjawab, “Yaitu orang yang tidak diperangi oleh orang lain (tidak dikalahkan oleh orang lain)“. Nabi Bersabda, “Bukan, tetapi orang yang dapat menahan dirinya ketika marah” (HR Bukhari 5/2267 h.n 5764 dan Muslim 4/2014 h.n 2607).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kamu marah dalam keadaan berdiri, maka sebaiknya duduklah sehingga marahnya akan reda. Jika tidak, hendaknya tidur berbaring” (HR Abu Daud 4/249 h.n 4782).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Marah itu dari syaitan. Sesungguhnya syaitan itu diciptakan dari api. Api dapat dipadamkan dengan air. Oleh karena itu, jika salah seorang kamu marah, maka hendaknya segera berwudhu” (HR Abu Daud 4/249 h.n 4784).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang kamu sedang marah, maka hendaknya berdiam diri” (HR Ahmad 1/239 h.n 2136).

 

Marah dapat merusakkan iman sebagaimana tumbuhan pahit yang merusakkan manisnya madu (HR Tabrani 19/417 h.n 1007).

 

Dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf  (QS Asy Syura: 37).

 

  1. Tidak Sombong

Aku lebih baik dari dia. Engkau jadikan aku dari api dan engkau jadikan dia dari tanah (QS Al A’raf: 12).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang mempunyai kesombongan dalam dirinya walaupun sebiji zarah” (HR Muslim 1/93 h.n 91).

 

Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku, hendaklah kalian sering merendahkan diri sehingga tiada seseorang berlaku aniaya terhadap seseorang yang lain, dan janganlah seseorang bersikap sombong terhadap seseorang yang lain  (HR Muslim 4/2198 h.n 2865).

 

  1. Tingkah Laku Terpuji

Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada terjadinya hisab (hari kiamat) (QS Ibrahim: 40-41).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kamu makan dan minum, makan dan minumlah dengan tangan kanan. Sebab, sesungguhnya syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya (HR Muslim 3/1598 h.n 2019).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya saya tidak makan sambil berbaring” (HR Bukhari 5/2062 h.n 5083).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Tiada suatu tempat (wadah) yang jelek jika dipenuhi oleh manusia selain perutnya sendiri. Cukuplah bagi dia beberapa suapan yang sekiranya bisa menguatkan tulang punggung. Jika masih kurang maka sepertiga makanan, sepertiga minum dan sepertiga untuk nafas” (HR Turmudzi 4/590 h.n 2380).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian minum seperti minumnya hewan. Tetapi minumlah kalian dengan dua atau tiga kali, dan jika kalian minum sebutlah (nama Allah) kemudian pujilah Dia ketika kalian mengangkatnya” (HR Turmudzi 4/302 h.n 1885).

 

Aisyah berkata: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa sehingga kelihatan gerahamnya, akan tetapi beliau hanya tersenyum” (HR Bukhari 4/1827 h.n 4551).

 

Jabir berkata: Rasulullah SAW dalam berbicaranya ada jeda (tidak cepat) (HR Abu Daud 4/260 h.n 4838).

 

Dalam riwayat yang lain, “Pembicaraan Rasulullah SAW seperti ada pembatas, sehingga orang yang mendengarkannya bisa mengerti” (HR Abu Daud 4/261 h.n 4839).

 

Aisyah RA ketika ditanya tentang salatnya Rasulullah SAW berkata, “Beliau tidur di awal malam dan bangun di akhir malam kemudian beliau salat dan kembali ke pembaringannya” (HR Bukhari 1/385 h.n 1095).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Syaitan mengikat tengkuk keturunan Adam dengan tiga ikatan ketika dia sedang tidur, sambil mengatakan untukmu malam yang panjang maka tidurlah. Jika hamba itu bangun dan mengingat Allah maka terbukalah satu ikatan, jika dia berwudhu terbukalah ikatan yang kedua dan jika dia salat maka terbukalah ikatan yang ketiga. Sehingga dia akan merasa segar dan tenang kalau tidak dia akan merasa malas dan gundah gulana (HR Bukhari 1/383 h.n 1091).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu (hendak tidur) maka berwudhulah terlebih dahulu seperti wudhu untuk mengerjakan salat” (HR Al Jamaah: Bukhari 1/97 h.n 244  dan Muslim 4/2081 h.n 2710).

 

Dalam riwayat lain,”…..kemudian berbaringlah pada bagian tubuh yang kanan……” (HR Al Jamaah: Bukhari 1/97 h.n 244  dan Muslim 4/2081 h.n 2710).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu tergantung dari agama temannya. Maka hendaklah salah seorang kalian meneliti siapa yang akan menjadi temannya” (HR Abu Daud 4/259 h.n 4833).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga kelompok orang yang tidak akan masuk surga: Orang yang durhaka terhadap orang tuanya, orang yang merelakan keburukan terhadap keluarganya dan seseorang pemburu kaum wanita” (HR Hakim 1/144 h.n 244).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki. Sesungguhnya sifat dengki itu akan melahap kebaikan laksana api melahap kayu bakar (rumput kering)” (HR Abu Daud 4/276 h.n 4903).

 

Dari Abu Hurairah RA berkata Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kamu menodongkan senjata kepada saudaranya, karena kamu tidak mengetahui bahwa boleh jadi syaitan itu bergerak mengarahkan tangannya, maka terjerumuslah ia ke dalam jurang neraka” (HR Bukhari 6/2592 h.n 6661 dan Muslim 4/2020 h.n 2617).

 

Rasulullah SAW bersabda: ”Barang siapa yang mengarahkan senjata tajam kepada saudaranya maka malaikat akan melaknatnya walaupun saudara seibu ataupun seayah (HR Muslim 4/2020 h.n 2615).

 

Anas berkata: “Saya tidak pernah melihat seseorang yang sangat sayang kepada keluarganya melebihi Rasulullah SAW” (HR Muslim 4/1808 h.n 2316).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik akhlak dan sesempurnanya iman orang mukmin itu adalah yang paling lemah lembut terhadap keluarganya, dan saya merupakan orang yang paling lembut terhadap keluargaku” (HR Turmudzi 5/709 h.n 3895).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah beriman seseorang yang tetangganya tidak selamat dari keburukannya” (HR Tabrani fil Kabir 8/334 h.n 8250).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak beriman orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara dia tahu bahwa tetangga sebelahnya dalam keadaan lapar” (HR Tabrani fil Kabir 12/154 h.n 12741).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Pergunakanlah olehmu lima sebelum datang yang lima; hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” (HR Baihaqi fis Shu’ab 7/263 h.n 10248 dan Hakim 4/341 h.n 7846).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap sesuatu yang bukan termasuk dzikrullah adalah permainan kecuali empat perkara, berjalannya seseorang di antara dua sasaran atau tujuan (untuk melempar), melatih kuda, bercanda dengan isteri dan ketika mengajar berenang” (HR Tabrani fil Awsath 8/119 h.n 8147).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah merahmati seseorang yang selalu memperbaiki lisannya” (HR Quda’i 5/338 h.n 580).

 

Rasulullah SAW bersabda 3 kali: ”Semoga Allah merahmati seseorang ketika berbicara mendapatkan keuntungan dan ketika dia diam maka dia selamat” (HR Quda’i 1/339 582).

 

Hasan bin Ali berkata: Semoga Allah merahmati seseorang yang mengevaluasi dirinya dan kemudian menangisi dosa-dosanya.

 

Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Berambisilah apa yang dapat memberikan manfaat kepadamu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta janganlah kamu lemah. Jika kamu ditimpa suatu musibah janganlah kamu mengatakan, “kalaulah semula aku berbuat begini dan begitu tentunya akan menjadi begini. Tetapi tetapkanlah, “Allah telah menakdirkan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan. Sebab kata “kalau” membuka perbuatan syaitan” (HR Muslim 4/2052 h.n 2664).

 

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah telah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka ingat (QS Ibrahim: 24-25).

 

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu) (QS Al Ahzab: 34).

 

Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (As Sunnah) (QS Al Baqarah: 231).

 

Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui (QS An Nisa: 113).

 

Dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (kenabian dan kitab Zabur) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendakiNya (QS Al Baqarah: 251).

 

Dan setelah Musa cukup usia dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan (QS Al Qashash: 14).

 

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (perkataan yang tegas dan benar) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (QS An Nahl: 125).

 

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak (QS Maryam: 12).

 

Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu (QS Yusuf: 22).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada kedengkian kecuali dalam dua hal; seorang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia diberikan kemampuan untuk menafkahkannya di jalan kebenaran, dan seorang yang diberi hikmah oleh Allah, lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR Bukhari 1/39 h.n 73 dan Muslim 1/558 h.n 815).

 

Maukah aku beritahukan kepada kalian hal-hal yang dapat memuliakan bangunanmu dan meninggikan derajat di sisi Allah? Mereka menjawab: “Mau, ya, Rasulullah!” Rasulullah bersabda: “Memaafkan orang yang menzalimimu, bersedekah pada orang yang tidak pernah memberi kepadamu, dan menyambung silaturahim dengan orang yang telah memutuskan hubungan dengan kamu” (HR Tabrani fil Awsath5/364 h.n  5567).

 

Ibnu Masud RA berkata: “Saya membaiat Rasulullah SAW untuk memberi nasihat kepada setiap muslim” (HR Muslim 1/74 h.n 56).

 

Ibnu Masud RA berkata: “Orang yang bahagia adalah dia yang dapat mengambil nasihat dari orang lain”.

 

Berbahagialah orang yang rendah hati dalam keadaan tidak kekurangan, yang merendah diri bukan dalam kemiskinan, menafkahkan harta yang dia kumpulkan tidak dengan maksiat, bergaul dengan ahli fikih dan hikmah dan mengasihi orang-orang yang rendah dan miskin. Berbahagialah bagi orang yang rendah diri dan baik pekerjaannya, bagus jiwanya, mulia perilakunya serta menghilangkan kejahatannya terhadap manusia. Berbahagialah orang yang mengamalkan ilmunya, menafkahkan kelebihan dari hartanya dan mencegah berlebih-lebihan dalam bicara (HR Tabrani fil Kabir 5/71 h.n 4615).