63. 7 Amalan di Bulan Ramadhan

7 Amalan di Bulan Ramadhan

 

Bulan Ramadhan sering juga disebut bulan penghulu dari sekalian bulan. Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa, karena Allah berjanji akan membersihkan dosa manusia yang benar-benar ingin bertaubat.

Karena itu Nabi Muhammad SAW selalu menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan suka cita, sebaliknya beliau menangis ketika Ramadhan cepat berlalu. Rugi jika bulan Ramadhan tidak dimanfaatkan sebaik mungkin, karena semua amal di bulan Ramadhan nilainya berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lain.

Ada 7 amalan penting yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan agar manusia kembali fitrah di akhir Ramadhan nanti, yaitu;

  1. Membaca Al Quran. Bulan Ramadhan adalah bulan Al Quran sesuai dengan sunnah Nabi SAW, Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan di antara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan Al Quran di hadapan Jibril. Pada saat itu kedermawaan Nabi melebihi angin yang berhembus.”

Haditst tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus Al Quran, dan mengadakan ijtima`/berkumpul dalam majlis Al Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar Al Quran bisa dilakukan di di hadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal Al Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca Al Quran di malam hari.

  1. Menahan hawa nafsu dan kesenangan duniawi. Yaitu dengan mengurangi makan ketika berbuka serta tidak berlebih-lebihan. Dalam sebuah haditst dikatakan “Tidak ada perkara yang lebih buruk dari pada memenuhi isi perut dengan makanan secara berlebihan”. Ruh puasa terletak pada memperlemah syahwat, mengurangi keinginan dan mengekang nafsu.
  2. Berdoa ketika berbuka puasa. Abu Hurairah RA berkata: bersabda Rasulullah SAW: Ada tiga golongan yang tidak akan ditolak doanya, mereka itu adalah: orang puasa yang berdoa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil dan doa orang yang teraniaya”.
  3. Qiyamullail (Tahajjud ). Sholat Tarawih hukumnya sunat menurut kesepakatan para ulama juga disunatkan untuk mengkhatamkan al-Qur’an selama shalat tarawih. Hadits-hadits yang menerangkan tentang qiyamullail adalah: Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan ridho Allah SWT semata, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau”.
  4. Berlomba-lomba dalam bersedekah. Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi: “Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim).
  5. Iktikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan. Iktikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan merupakan penyempurna ibadah puasa. Ini karena Iktikaf artinya mengkonsentrasikan diri menghadap Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya. Hingga kecintaannya semata hanya kepada Allah, mengalahkan kecintaannya kepada selain Allah
  6. Menjauhi Larangan Agama: Hal yang perlu diperhatikan oleh seorang mukmin adalah menjaga lisan dalam keadaan berpuasa sebagaimana yang dipesankan Rasulullah s.a.w: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah baginya berpuasa dari makan dan minum” (HR: Bukhari). Berkata Ibnu Battal: Bukan berarti kemudian ia meninggalkan puasa, tapi ini merupakan peringatan agar meninggalkan perkataan dusta dan ghibah. (Juli 2011)