66. Bulan Pembinaan SDM

Bulan Pembinaan SDM

 

Ramadhan merupakan bulan pembinaaan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas. Saat ini menilai SDM berkualitas umumnya dilihat dari jejak rekam profesionalitas seseorang yang berwujud kerja fisik dan pemikiran semata. Padahal, jika melihat sejarah keNabian, SDM berkualitas dilahirkan dari orang-orang yang mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Apakah sunnah Rasulullah SAW tersebut? Di antaranya adalah sholat wajib berjamaah, sholat dhuha, sholat tahajud, puasa sunnah (dan juga yang wajib), membaca dan menghafal Al Quran, i’tikaf, dan bersedekah. Di bulan Ramadhan, amalan-amalan sunnah tersebut akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah SWT. Maka para sahabat pun berusaha untuk melipatgandakan amalan tersebut, seperti khatam Quran berkali-kali dalam bulan Ramadhan serta melipatgandakan sedekah mereka.

Kesuksesan pelaksanaan Ramadhan ini tidak akan serta merta berdiri sendiri, akan tetapi ada pengiringnya. Seseorang akan bisa sukses di bulan Ramadhan jika ia melaksanakan berbagai amalan jauh sebelum Ramadhan sehingga sudah mengalami pembiasaan. Seseorang yang terbiasa melakukan puasa sunnah dan senantiasa membaca Al Quran dengan rutin, maka di bulan Ramadhan ia akan lebih mendapatkan hasil yang maksimal.

Rasulullah SAW sendiri ketika menjelang Ramadhan meningkatkan amalan puasanya. “Sesungguhnya A’isyah berkata: “Tidak ada bulan yang Rasulullah SAW banyak melakukan puasa sunnah selain Sya’ban, sungguh beliau telah melakukan seluruh puasa sunnah di bulan Sya’ban” (HR Bukhari). Adapun sebab Rasulullah SAW memperbanyak amalan puasanya adalah, “Itulah bulan yang dilalaikan manusia yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang padanya amal perbuatan diangkat kepada Rabbul-’Aalamiin. Dan aku senang seandainya amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa”  (HR An-Nasa’i).

Sementara di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW meningkatkan pula amalannya. Bahkan tadarus Al Quran pun ditemani oleh malaikat Jibril. Dari Ibnu Abbas ra. Berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al Quran. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus”. (Shahih Al Bukhari).

Para sahabat selalu berusaha mengikuti amalan dan sunnah Rasulullah SAW tersebut karena mereka meyakini hal itu merupakan hal terbaik yang harus dilaksanakan. Hasilnya, kita bisa melihat bahwa sahabat yang dibina oleh Rasulullah SAW kelak menjadi orang-orang yang amanah dalam jabatannya, peduli dengan ummat dan senantiasa mengajak kebaikan dan berdakwah hingga ke berbagai tempat. Padahal sebelumnya, para sahabat itu ketika di masa jahiliyahnya banyak bergelimang dosa dan  tidak memiliki kecakapan.

Di bulan Ramadhan, Rasulullah juga membina fisik para sahabatnya karena banyak peperangan dilakukan di bulan Ramadhan. Dan dengan izin Allah, peperangan yang dilakukan di bulan Ramadhan selalu beraih kemenangan. Ini juga akibat usaha mereka untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT baik dalam menjaga rohani dan jasmani serta pikiran.

Kita yang hidup saat ini pun bisa mencontoh pembinaan SDM yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Insya Allah, kita bisa menjadi SDM yang berkualitas dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut tanpa mengurangi kepiawaian kita di suatu bidang, bahkan justru meningkatkan kepiawaian kita. Ramadhan adalah tempat untuk meningkatkan amalan. Namun di luar Ramadhan, amalan tersebut harus senantiasa dilakukan agar terjaga konsistensinya. Inilah yang juga kita bisa lihat di dalam diri Rasulullah SAW dan para sahabat. (Agustus 2011)