Indahnya Saling Memaafkan
Siapa yang berani mengaku bahwa dirinya tak pernah khilaf dan tak pernah melakukan kesalahan? Pasti tak ada satupun. Jika ada yang berani mengaku bahwa tidak pernah khilaf dan tak pernah melakukan kesalahan, pasti ia keliru. Salah dan khilaf adalah sifat alamiah dasar manusia, tak ada manusia yang luput dari khilaf dan berbuat kesalahan.
Atasan bisa saja melakukan kesalahan terhadap bawahannya atau sebaliknya. Yang tua suatu saat juga bisa melakukan kesalahan terhadap yang muda. Ayah terhadap anak, suami terhadap istri atau sebaliknya, semua berpeluang melakukan kesalahan. Kesalahan itu bisa jadi disengaja, maupun tidak disengaja. Peristiwa itu bisa menimbulkan kesalahpahaman, kesal, sakit hati bahkan dendam.
Dendam dan sakit hati seperti yang sering saya sampaikan, bisa menghantui pikiran atau menjadi virus dalam pikiran. Makin lama makin banyak menumpuk bahkan berkembang biak di pikiran. Akhirnya seperti sebuah komputer yang terserang virus, suatu saat komputer tersebut hang (mogok bekerja), diam, tak dapat berbuat apa-apa. Pada manusia jika pikirannya hang, ia dikatakan mengalami gangguan jiwa.
Karena itu jika seseorang melakukan kesalahan terhadap kita, cepat-cepat maafkan dia, jangan simpan di pikiran, apalagi dalam bentuk dendam dan sakit hati. Sebaliknya jika kita melakukan kesalahan terhadap orang lain, maka segeralah meminta maaf. Seperti firman Allah dan QS. An-Nur: 22, “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Banyak orang mengatakan meminta maaf adalah pekerjaan yang paling mudah namun paling berat untuk dilakukan. Jika hal itu terjadi pada kita, maka Idul Fitri lah momennya. Idul Fitri merupakan kesempatan yang paling tepat untuk minta maaf dan saling memaafkan. Sudah menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia untuk meminta maaf atas semua kesalahannya dan saling memaafkan di saat Idul Fitri.
Karena itu mari kita manfaatkan hari yang fitri ini untuk meminta maaf dan saling memaafkan atas semua salah dan khilaf yang kita lakukan, maupun yang dilakukan orang lain terhadap kita. Mari lupakan kesalahan-kesalahan di masa lalu, kita mulai hari baru dengan janji akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu dan berbuat yang lebih baik dan lebih hati-hati di masa datang.
Memaafkan terlebih dahulu adalah sikap terbaik. Sesungguhnya balasan bagi orang yang memaafkan dengan ikhlas adalah pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman yg artinya “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syuuraa: 40)
Mari saling bermaaf-maafan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Minal Aidhin wal faidhin, mohon maaf lahir dan bathin. (Agustus 2012)
