117. Semangat Srikandi

Semangat Srikandi

 

Wajah mereka menunjukkan kelelahan yang amat sangat.  Kulit muka mereka terlihat menghitam dan melepuh akibat terbakar terik matahari. Namun tak ada kata mengeluh yang keluar dari mulut mereka.  Di balik semua keletihan itu tersimpan rasa bangga, haru  dan bahagia.

Mereka adalah 21 srikandi yang baru saja menaklukkan perjalanan panjang berjarak 1400 kilometer dengan bersepeda. Perjalanan bersepeda mereka mulai dari kota Banda Aceh, membelah Provinsi  Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan finish di Kota Padang. Perjalanan itu mereka tempuh dalam rentang waktu tiga minggu, mulai tanggal 5 April dari Banda Aceh dan finish tanggal 20 April lalu di Padang.

Ketua komunitas Bike to Work Toto Sugiarto, organisasi yang mengkoordinir kegiatan tersebut, sampai meneteskan air mata dan nyaris tak mampu mengeluarkan kata-kata karena haru saat menyampaikan sambutan. Semua yang hadir saat acara upacara penyambutan 21 “srikandi abad 21” di gubernuran sore itu juga ikut terharu.

Betapa tidak, iven ini merupakan kali ke-3 srikandi-srikandi Indonesia memberikan inspirasi dan semangat kepada wanita Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kartini mereka ingin membuktikan bahwa wanita Indonesia bukan wanita yang lemah. Dalam rangka memperingati Hari Kartini mereka melakukan perjalanan jarak jauh bersepeda yang membutuhkan nyali yang kuat dan fisik yang tangguh.

Tahun sebelumnya mereka bersepeda menempuh perjalanan Jakarta – Bandung. Tahun berikutnya lagi mereka mengunjungi kota kelahiran Kartini, Jepara dan tahun ini menempuh jarah terjauh yaitu dari kota kelahiran Cut  Nyak Dhien dan Cut Muthia Banda Aceh menuju kota Padang, kota kelahiran tokoh inspirator wanita Rasuna Said, Siti Manggopoh, dll. Tahun ini merupakan jarak tempuh terjauh yang mereka lalui, yaitu 1400 km.

Tentu banyak halangan, rintangan serta suka duka yang mereka alami selama melakukan perjalanan. Namun terbukti bahwa semua itu tidak menjadi halangan untuk menyelesaikan perjalanan panjang itu. Mereka berhasil dan mereka memberikan inspirasi bagi semua bahwa wanita Indonesia adalah wanita yang tangguh, memiliki daya juang yang tinggi dan semangat baja. Kekuatan fisik saja tak cukup untuk bisa menyelesaikan misi tersebut. Karena umur peserta berkisar antara 20 sampai 40 tahun. Justru semangat dan mental yang kuat merupakan modal utama agar berhasil.

Selain menggelorakan kembali semangat Kartini, mereka juga membawa misi pelestarian lingkungan. Dengan menggalang gerakan bersepeda ke tempat bekerja (bike to work) berarti kita berupaya untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran udara yang terjadi akibat pembakaran bahan bakar minyak (BBM) oleh kendaraan bermotor. Di Jepang, negara produsen kendaraan bermotor terbesar di dunia, justru telah menggunakan sepeda sebagai kendaraan pilihan utama dan terbaik. Sepeda mendominasi lokasi parkir berbagai perkantoran dan sekolah. Di beberapa kota yang mereka singgahi, mereka juga melakukan penanaman pohon yang nantinya akan berfungsi sebagai paru-paru dunia.

Prestasi yang diukir 21 Srikandi ini membuktikan bahwa wanita Indonesia juga bisa berbuat sesuatu yang luar biasa. Jika semangat tersebut dipakai oleh para wanita untuk membangun  keluarganya, lalu membangun lingkungan, seterusnya daerahnya, lalu negaranya tentu ini merupakan sebuah kekuatan nyata yang luar biasa.

Mari terus kita gelorakan semangat Kartini dan para pahlawan wanita Indonesia yang telah mengukir sejarah bangsa ini dengan tinta emas. Dengan semangat dan daya juangnya yang luar biasa, wanita Indonesia pasti bisa ikut membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih baik. Selamat memperingati Hari Kartini. (April 2013)