933. Pantun Rapat Evaluasi Penanganan dan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasa Ateh Bukittinggi

Padang, 2 November 2017

PEMBUKA
Hormat
Walikota
19446.	Memang Bukittinggi Kota Wisata
	Sejuk kotanya selalu berhias
	Hadir disini Bapak Walikota
	Selamat datang Bapak Ramlan Nurmatias

19447.	Banyak konsumen datang membeli
	Pasar atas tak pernah lengang
	Itu tandanya Walikota peduli
	Memang dipikirkan nasib pedagang

ISI ARAHAN
Keadaan musibah
19448.	Di dalam sangkar burung berabah
	Kadang bersarang di semak belukar
	Kita tak tahu datangnya musibah
	Dikala Subuh pasar terbakar

Terjadi di Pasa Ateh
19449.	Terlihat sibuk Polisi Lalu Lintas
	Terlihat pagi di dalam kota
	Itu terjadi di Pasar Atas
	Di Bukittinggi kota wisata

Itu takdir
19450.	Besar-besar si ulat londi
	Untuk makan si ikan louhan
	Semua tak berharap ini terjadi
	Tapi itulah kehendak Tuhan

Semoga ada hikmah 
19451.	Hujan deras masih di rumah
	Entah dimana letak payungnya
	Semua pasti ada hikmah
	Mari carikan jalan keluarnya

Banyak korban
19452.	Terasa takut naik rakit
	Apalagi juga membawa anak
	Pedagang terkena tidaklah sedikit
	Ikutannya juga pasti banyak
 
Kita prihatin, saling bantu
19453.	Banyak peminat si ikan patin
	Dibawa banyak oleh menantu
	Semua kita merasa prihatin
	Mari semua saling membantu

Kerugian 1,5 T
19454.	Bawa mobil ke tempat cucian
	Mobil dicuci, sopirnya makan
	1,5 trilyun mungkin kerugian
	Mari bersama kita pikirkan

BUMN BUMD kita himbau
19455.	Enak duduk di punggung kerbau
	Masuk ke sungai sampai tak tahu
	BUMN dan BUMD, kami himbau
	Mari bersama bahu membahu

Banyak biaya bersama bisa
19456.	Mulai becek di Pasar Raya
	Masih banyak sampah bersisa
	Memang banyak butuh biaya
	Kalau bersama pasti bisa

CSR dipakai	
19457.	Jangan ditebang si pohon sungkai
	Pohon sungkai jumlahnya terbatas
	Banyak CSR yang bisa dipakai
	Tolong diarahkan untuk Pasar Atas

Kita tunggu uluran tangan
19458.	Luruslah jalan di daerah Paingan
	Di kiri kanan jalan digali
	Kita tunggu uluran tangan
	Pasar atas kita bangun kembali

PENUTUP
Terimakasih
19459.	Tidak berbeda miskin dan kaya
	Amal ibadah jadi ukuran
	Itu sedikit himbauan saya
	Terima kasih atas kehadiran