Padang, 3 November 2017 PEMBUKA Hormat Selamat sore 19599. Duduk penganten bersanding dua Terkadang mereka saling pandang Selamat sore hadirin semua Dulu di Bukittinggi kini di Padang Semangat ibu 19600. Baju dipakai warnanya abu-abu Warna dipakai tergantung hari Begitulah semangat Ibu-ibu Biar Budaya tetap lestari Memang ibu jagonya 19601. Uang lelah uang harian Harus diatur untuk pemakaiannya Kalau bicara tentang berpakaian Memang ibu-ibulah jagonya 19602. Kedua mempelai berbaju merah Senyum-senyum sambil cerita Banyak hadir Ibu Kepala Daerah Ibu Gubernur sampai Ibu Bupati Walikota Semangat kalau berpakaian 19603. Memang jauh pulau penyengat Rencana tamasya bersama mertua Kalau acara lain kurang bersemangat Untuk acara berpakaian hadir semua Sibuk bersolek 19604. Bersimpang jalan di kayu kalek Disana membuat api unggun Dari tadi sibuk bersolek Agar bisa kelihatan anggun Semua ibu berpakaian adat 19605. Muatan truk terlihat padat Penutup tendanya hanyalah benang Semua Ibu-ibu berpakaian adat Disanalah nampak gadis minang Sayang sudah berumur 19606. Gosok gigi berkumur-kumur Banyak memakan salak pondoh Sayangnya semua sudah berumur Bedak tebalpun tak bisa mengecoh Masih cantik 19607. Jangan emosi janganlah marah Beri saja sedikit nasehat Tapi tetap Ibu Kepala Daerah Garis-garis cantiknya masih terlihat Ibu Gubernur 19608. Di atas tangan memainkan gasing Tontonan diberi secara gratis Dulu Ibu Gubernur sangatlah langsing Wajahnya bulat seperti artis Tapi sekarang anggun 19609. Seekor tupai tampak tertegun Terkejut melompat ke pohon pepaya Tapi sekarang kelihatan anggun Menjadi ibu dari anak-anak saya Cinta tidak pudar 19610. Dilipat-lipat sikue dadar Enak dimakan dengan segelas kopi Cinta Gubernur tak pernah pudar Hanya kepada Ibu Nevi Ibu lain, jaga suami 19611. Kalau capek naik tangga Duduklah dulu di palanta Ibu yang lain harus menjaga Agar suaminya tetap cinta Saya dan ibu selalu berdua 19612. Usahanya maju beternak sapi Kandangnya jauh di Sungai Pua Contohlah Saya dengan ibu Nevi. Kemana-mana selalu berdua Ibu Wagub 19613. Banyaklah terbang si kelekatu Terbangnya banyak tidak kentara Ibu Wartawati juga begitu Dengan Bapak Wagub sangat mesra Budayakan pakaian 19614. Kalau berjanji genggamlah erat Jangan janji pernah lupakan Budaya berpakian di Sumatera Barat Kini dikemas dan dokumentasikan Banyak ragam 19615. Lurus jalannya di Muara Bulian Lawan di depan terlihat jelas Banyak ragam cara berpakaian Yang tampil baru delapan belas Masih banyak yang belum tampil 19616. Kurang minum kurang makan Itulah nasib peminta-minta Masih banyak yang belum ditampilkan Akan menjadi aset kita Galilah 19617. Bergulung-gulung si ombak Purus Air merembes kemana-mana Gali terus galilah terus Ranah Minang kaya dengan busana Jangan ada yang tertinggal 19618. Tetap enerjik walaupun tua Dalam berusaha tak mau gagal Tugas kita merangkum semua Jangan ada yang tertinggal Sangat banyak warisan 19619. Anggunnya Ibu pakai kebaya Mata melihat menjadi senang Sangat banyak warisan budaya Itulah kita Ranah Minang Pakaian itu kepribadian 19620. Teman lama jangan lupakan Walau meraantau ke negeri seberang Terkadang berpakaian bisa menentukan Tentang kepribadian seseorang Ciri Minang jangan hilang 19621. Dulu kuliah jauh di Malang Semangat kuliah menggebu-gebu Ciri khas pakaian minang janganlah hilang Itulah pekerjaan ibu-ibu Kita bangga 19622. Memang pesilat memakai deta Silat ditonton sampai pagi Kita bangga dengan pakaian adat kita Kalau bukan kita siapa lagi Terus publikasikan 19623. Baru tiba dari Tanjung Pinang Kini menetap di Pariaman Terus publikasikan pakaian adat Minang Biar lestasi sepanjang zaman PENUTUP Semoga ibu senang 19624. Terbang-terbang si kunang-kunang Terbang rendah ke pokok kuini Semoga Ibu-ibu hatinya senang Melihat penampilan di hari ini Semoga sukses peragaan 19625. Sekali setahun acara alumni Saling memberi kabar berita Semoga sukses peragaan ini Tercatat semua khazanah budaya kita Wassalam 19626. Ibu-ibu semua wajahnya bersih Tentu suaminya yang akan menyentuh Cukup sekian dan terima kasih Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
