111. Pantun Launcing Buku Di Kantor Pu

Padang, 20 Mei 2016 

879. Nunggu Gubernur terasa penat
     Karena Sibuk dari pagi
     Kalau salam tak dijawab semangat
     Kita ulangi sekali lagi

PEMBUKA
Hendra
880. Ketua DPRD bernama Pak Hendra
     Berbadan besar dan bertubuh subur
     Penerima tamu biasa salah sangka
     Ketua DPRD disangka Gubernur

Suprapto
881. Duduk bermenung di pinggir pantai
     Baju kaus celananya hawai
     Bapak Suprapto memang lihai
     Infrastruktur dibangun, bukunya selesai

882. Dulu batubara di Sawahlunto
     Kini menjadi wisata tambang
     Tersebut nama Insinyur Suprapto
     Seorang birokrat jadi pengarang

883. Suprapto orangnya santai
     Tapi pekerjaan selalu selesai
     Dipanggil pimpinan selalu standby
     Dengan anak buah selalu damai

884. Profesor Elfindri turut berperan
     Selesaikan buku sampai terbit
     Kita yang hadir usahlah heran
     Suprapto pandai mengarang, bukan di karbit

Bertiga
885. Memang bertiga mengarang buku
     Indra Jaya ikut membantu
     Pilihan pengarang memang jitu 
     Kini di lounching orang nomor satu

Pedoman
886. Ambil jenjang hendak ke atap
     Banyak paku yang berkarat
     Judulnya bagus, isinya mantap
     Jadi pedoman para birokrat


Teori aplikasi
887. Jika senang beribarat
     Tapi jangan berhalusinasi
     Isi buku pengalaman birokrat
     Didukung teori dan aplikasi

PENUTUP
888. Terbang puyuh ke dalam semak
     Punai pun lepas dari tangan
     Kalau buku stoknya banyak
     Kasih yang hadir untuk kenangan

889. Dibalik pinggang terselip keris
     Pedang di hunus si orang tua
     Cetakan pertama mudah-mudahan laris
     Siapkan segera cetakan kedua

890. Bulan puasa kunjungi mertua
     Istri dibawa beserta putera
     Jika naik cetakan kedua
     Grafika siap menjadi mitra

891. Pulang ke rumah menjelang senja
     Hendak ketemu orang tua
     Jangan mengarang buku satu saja
     Susullah segera buku kedua 

892. Kelok Sembilan, harus bersih
     Cukup sekian, terimakasih