616. Pantun Sekmil Presiden

	
Padang, 30 Maret 2017
	
PEMBUKA	
Hormat
Pak Dwi
10296.	Memang di tangan lekat arloji
	Di tangan kiri akan lebih paten 
	Selamat pagi Bapak /Ibu penguji
	Bapak Dwi Sekmil Presiden.

Bu Nur
10297.	Pagi-pagi menunggang kuda 
	Habis menunggang langsung berenang 
	Kepada Ibu Nur tidak berbeda 
	Selamat datang di Ranah Minang.

Salam hormat
10298.	Pagi hari ini begitu cerah
	Bertemu tamu Sekmil dari Jakarta
	Kami terima, dengan senyum sumringah
	Salam hormat kami sapa.

ISI
Grogi
10299.	Penghargaan bukan sembarang penghargaan
	Penghargaan datangnya dari bapak Presiden RI
	Walau Gubernur biasa memberi ujian
	Tapi kini Gubernur diuji tetap juga grogi.

10300.	Mendaki bukit tidaklah tinggi 
	Kalau dihati sudah mentalenta 
	Pagi ini perasaan grogi 
	Menghadapi Bapak dan Ibu dari Jakarta. 

Gemetar
10301.	Musim hujan banyaklah longsor
	Longsor terjadi tidak terduga 
	Walaupun Gubernur seorang Profesor
	Kalau diuji gemetar juga. 

Diuji bisa jawab
10302.	Gemetar juga sampai ke tangan 
	Ujian tentang Pangan itulah penyebab 
	Profesor Gubernur bukan di Pangan 
	Kalau diuji Insya  Allah bisa menjawab.

Paparan
Terakhir
Diuji tinggal berdua
10303.	Kuat paruhnya si kakak tua 
	Mudah memakan si kelekatu 
	Memang yang diuji tinggal berdua 
	Hasil yang diharap tentulah nomor satu. 

Ke penguji berharap
10304.	Langkah Tentara berderap-derap 
	Ransel disandang senjata dipangku
	Tentu ke penguji kami berharap 
	Nilai lebih tinggi dari Provinsi Maluku.

PENUTUP
Semoga senang
10305.	Kamis pagi di akhir bulan
	Kunjungan resmi ke Padang
	Lakukan verifikasi dan ujian
	Semoga di Padang, hati senang.

Terima kasih, selamat
10306.	Tak ada kata yang bisa diucapkan
	Kecuali Terima kasih yang disampaikan
	Selamat jalan dan sukses kita doakan
	Semoga Pak Dwi, Bu Nur diberi keberkatan.