41. Pantun Musda Ikatan Penata Anestesi Indonesia

Bukittinggi, 17 April 2016
 
PEMBUKA
Suir Syam
229. Kota bukittinggi kota seni
     Tujuan utama destinasi wisata
     Anggota DPR hadir disini
     Bapak Suir Syam mantan walikota

230. Kota Bukittinggi umpama Bali
     Banyak turis mondar-mandir
     Bapak Suir Syam sangat peduli
     Simposium Anastesi, beliau hadir

Dorce Tanjung
231. Bukan sate sembarang sate
     Sate Mak Sukur pengisi lambung
     Bukan Dorce sembarang Dorce
     Ketua IPAI Dorce Tanjung

232. Ahli Anastesi haruslah matang
     Membius orang lagi telentang
     Dorce Tanjung selamat datang
     Di Bukittinggi kota jam gadang

Azwar
233. Jika sakit beri penawar
     Bujuk pasien beri harapan
     Selamat kepada bapak Azwar
     Ketua IPAI lima tahun ke depan

M. Syaril
234. Ruangan pasien harus steril
     Supaya cepat penyembuhannya
     Terima kasih kepada Bapak M.Syaril
     Semoga menjadi amal bagi dirinya

ISI
235. Enak pidato pakai podium
     Karpetnya merah sangat tebal
     Selamat Musda dan Simposium
     IPAI eksis di era global

236. Kecelakaan terjadi indak sangajo
     Sangat paralu pertolongan pertamo
     Kalau ndak ado dokter bius tibo
     Penata Anastesi jadi pahlawannyo

PENUTUP
237. Naik bendi memakai genta
     Bendi berputar keliling kota
     Sambil simposium mari wisata
     Kota Bukittinggi di depan