Bukittinggi, 17 April 2016
PEMBUKA
Suir Syam
229. Kota bukittinggi kota seni
Tujuan utama destinasi wisata
Anggota DPR hadir disini
Bapak Suir Syam mantan walikota
230. Kota Bukittinggi umpama Bali
Banyak turis mondar-mandir
Bapak Suir Syam sangat peduli
Simposium Anastesi, beliau hadir
Dorce Tanjung
231. Bukan sate sembarang sate
Sate Mak Sukur pengisi lambung
Bukan Dorce sembarang Dorce
Ketua IPAI Dorce Tanjung
232. Ahli Anastesi haruslah matang
Membius orang lagi telentang
Dorce Tanjung selamat datang
Di Bukittinggi kota jam gadang
Azwar
233. Jika sakit beri penawar
Bujuk pasien beri harapan
Selamat kepada bapak Azwar
Ketua IPAI lima tahun ke depan
M. Syaril
234. Ruangan pasien harus steril
Supaya cepat penyembuhannya
Terima kasih kepada Bapak M.Syaril
Semoga menjadi amal bagi dirinya
ISI
235. Enak pidato pakai podium
Karpetnya merah sangat tebal
Selamat Musda dan Simposium
IPAI eksis di era global
236. Kecelakaan terjadi indak sangajo
Sangat paralu pertolongan pertamo
Kalau ndak ado dokter bius tibo
Penata Anastesi jadi pahlawannyo
PENUTUP
237. Naik bendi memakai genta
Bendi berputar keliling kota
Sambil simposium mari wisata
Kota Bukittinggi di depan