944. Pantun sambutan (MoU) Urusan Kebudayaan

Padang, 7 November 2017

PEMBUKA
Hormat
Selamat pagi
19776.	Masih hijau buah matoa.
	Hijau juga buah kuini
	Selamat pagi hadirin semua
	Dalam acara MoU ini

Tentang kebudayaan
19777.	Nagari dimekarkan Nagari Buayan
	Biar pembangunan lebih merata
	MoU tentang urusan kebudayaan
	Antara Provinsi dengan Kabupaten Kota

Urusan konkuren
19778.	Untuk kolak si gula aren
	Empat kurang cukupkan lima
	Urusan Kebudayaan adalah urusan konkuren
	Yang dikerjakan secara bersama-sama

Dirjen kebudayaan
19779.	Memang menyengat bau durian
	Jatuh satu ke dalam parit
	Nampak hadir Dirjend Kebudayaan
	Selamat datang Bapak Hilmar Farid

Sengaja bapak datang
19780.	Dijuluk-juluk tak ada yang matang
	Kasat mata tidaklah tampak
	Kami senang Bapak datang
	Disela-sela kesibukan Bapak

Ali Asmar
19781.	Bermain Halma memang bertiga
	Anak-anak sekarang kurang gemar
	Ketua TKKSD hadir juga
	Selamat pagi Bapak Ali Asmar

Bupati walikota
19782.	Memang pagi keluar kandang
	Berjalan pelan di atas pematang
	Bapak Bupati Walikota memang diundang
	Terima kasih telah datang

ISI
Urusan kebudayaan
19783.	Perlu dijaga adat dan tradisi
	Budaya Minang memang berkelas
	Urusan Kebudayaan perlu kolaborasi
	Ada pembagian tugas yang jelas

19784.	Usah diminum air mendidih
	Sebelum diminum harus dirasa
	Tidak terjadi tumpang-tindih
	Antara Pusat,Provinsi dan Kabupaten Kota

19785.	Dari sungai terus ke lautan
	Kalau ke muara tentulah sampai
	Semua diisi dengan program dan kegiatan
	Sudah jelas tujuan yang dicapai

Promosi
19786.	Tanaman bawang banyak yang rusak
	Jadi  berkurang produksi pertanian
	Beberapa hal yang paling mendesak
	Diplomasi Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian

Pekan budaya Sumbar, promosi
19787.	Lengan baju mari singsingkan
	NKRI jangan sampai bubar
	Ajang promosi kita perlukan
	Hidupkan kembali Pekan Budaya Sumbar

Pelestarian budaya
19788.	Kencang larinya mobil plat merah
	Jalanan macet jadi tersendat
	Perlindungan sumber-sumber sejarah
	Serta pelestarian tradisi masyarakat adat

Jangan abaikan budaya
19789.	Melompat kodok ke dalam selokan
	Rupanya ada hewan melata
	Budaya lokal janganlah abaikan
	Itu adalah jati diri kita

Budaya itu bertahan
19790.	Hinggap di kaki seekor lintah
	Masih di sawah waktu Adzan
	Tetap bertahan sesuai pepatah
	Ndak lakang dek paneh, ndak lapuak dek hujan

Adat dilestarikan
19791.	Bau menyengat si kapur barus
	Semua kecoak menjadi lari
	Mari tularkan ke generasi penerus
	Agar adat kita tetap lestari

Kita yang jaga
19792.	Balsem hangat bermerek geliga
	Dipakai untuk berurut pagi
	Hanya kita yang akan menjaga
	Kalau tidak kita,siapa lagi

19793.	Biaya hidup tak lagi murah
	Terkadang karyawan juga dipecat
	Perlu dikuatkan bahasa daerah
	Dikuatkan juga peran pemangku adat

Dikelola warisan budaya
19794.	Berbeda rebab dengan biola
	Iramanya enak tak membuat bising
	Warisan budaya harus dikelola
	Jangan sampai di klaim negara asing

Butuh perhatian
19795.	Memang enak kalau gajian
	Bisa mengajak teman makan
	Semua itu butuh perhatian
	Potensi budaya jangan abaikan

Yang penting anggaran
19796.	Berangkat sekolah dari Banuaran
	Naik ojek di hujan reda
	Yang paling penting adalah anggaran
	Tahun depan haruslah ada

Anggaran perlu
19797.	Gatal-gatal terkena ulat bulu
	Waktu memanjat buah mengkudu.
	Tambahan anggaran kita memang perlu
	Wajarlah ke Dirjend bud kita mengadu	

Ke Dirjen melapor
19798.	Hidangan di meja termasuk opor
	Mulai kepala sampai ke ekor
	Kepada Bapak Hilmar Farid juga kita melapor
	Kalau keuangan kita terasa tekor

MoU tindak lanjut
19799.	Pemimpin hebat punya kharisma
	Menjadi pemimpin tidak memelas
	Semoga MoU berlanjut kerjasama
	Pembagian tugas semakin jelas

Tindak lanjut
19800.	Kereta Api barusan lewat
	Plang pengaman tidak percuma
	Kalau MoU sudah dibuat
	Tindaklanjutilah dengan kerjasama

Agar bisa terimplementasi
19801.	Jangan main-main dengan klurit
	Bisa-bisa ditangkap polisi
	Biar MOU menjadi konkrit
	Juga di lapangan bisa terimplementasi

PENUTUP
itu saja
19802.	Pakaian Basiba Pakaian Kebaya
	Tapi bukan pakaian biduan
	Itu sedikit penyampaian saya
	Bisa dipakai sebagai acuan

Wassalam
19803.	Budaya Minang jangan tersisih
	Janganlah adat menjadi rapuh
	Cukup sekian dan terima kasih
	Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh