Padang, 7 November 2017 PEMBUKA Hormat Selamat pagi 19776. Masih hijau buah matoa. Hijau juga buah kuini Selamat pagi hadirin semua Dalam acara MoU ini Tentang kebudayaan 19777. Nagari dimekarkan Nagari Buayan Biar pembangunan lebih merata MoU tentang urusan kebudayaan Antara Provinsi dengan Kabupaten Kota Urusan konkuren 19778. Untuk kolak si gula aren Empat kurang cukupkan lima Urusan Kebudayaan adalah urusan konkuren Yang dikerjakan secara bersama-sama Dirjen kebudayaan 19779. Memang menyengat bau durian Jatuh satu ke dalam parit Nampak hadir Dirjend Kebudayaan Selamat datang Bapak Hilmar Farid Sengaja bapak datang 19780. Dijuluk-juluk tak ada yang matang Kasat mata tidaklah tampak Kami senang Bapak datang Disela-sela kesibukan Bapak Ali Asmar 19781. Bermain Halma memang bertiga Anak-anak sekarang kurang gemar Ketua TKKSD hadir juga Selamat pagi Bapak Ali Asmar Bupati walikota 19782. Memang pagi keluar kandang Berjalan pelan di atas pematang Bapak Bupati Walikota memang diundang Terima kasih telah datang ISI Urusan kebudayaan 19783. Perlu dijaga adat dan tradisi Budaya Minang memang berkelas Urusan Kebudayaan perlu kolaborasi Ada pembagian tugas yang jelas 19784. Usah diminum air mendidih Sebelum diminum harus dirasa Tidak terjadi tumpang-tindih Antara Pusat,Provinsi dan Kabupaten Kota 19785. Dari sungai terus ke lautan Kalau ke muara tentulah sampai Semua diisi dengan program dan kegiatan Sudah jelas tujuan yang dicapai Promosi 19786. Tanaman bawang banyak yang rusak Jadi berkurang produksi pertanian Beberapa hal yang paling mendesak Diplomasi Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian Pekan budaya Sumbar, promosi 19787. Lengan baju mari singsingkan NKRI jangan sampai bubar Ajang promosi kita perlukan Hidupkan kembali Pekan Budaya Sumbar Pelestarian budaya 19788. Kencang larinya mobil plat merah Jalanan macet jadi tersendat Perlindungan sumber-sumber sejarah Serta pelestarian tradisi masyarakat adat Jangan abaikan budaya 19789. Melompat kodok ke dalam selokan Rupanya ada hewan melata Budaya lokal janganlah abaikan Itu adalah jati diri kita Budaya itu bertahan 19790. Hinggap di kaki seekor lintah Masih di sawah waktu Adzan Tetap bertahan sesuai pepatah Ndak lakang dek paneh, ndak lapuak dek hujan Adat dilestarikan 19791. Bau menyengat si kapur barus Semua kecoak menjadi lari Mari tularkan ke generasi penerus Agar adat kita tetap lestari Kita yang jaga 19792. Balsem hangat bermerek geliga Dipakai untuk berurut pagi Hanya kita yang akan menjaga Kalau tidak kita,siapa lagi 19793. Biaya hidup tak lagi murah Terkadang karyawan juga dipecat Perlu dikuatkan bahasa daerah Dikuatkan juga peran pemangku adat Dikelola warisan budaya 19794. Berbeda rebab dengan biola Iramanya enak tak membuat bising Warisan budaya harus dikelola Jangan sampai di klaim negara asing Butuh perhatian 19795. Memang enak kalau gajian Bisa mengajak teman makan Semua itu butuh perhatian Potensi budaya jangan abaikan Yang penting anggaran 19796. Berangkat sekolah dari Banuaran Naik ojek di hujan reda Yang paling penting adalah anggaran Tahun depan haruslah ada Anggaran perlu 19797. Gatal-gatal terkena ulat bulu Waktu memanjat buah mengkudu. Tambahan anggaran kita memang perlu Wajarlah ke Dirjend bud kita mengadu Ke Dirjen melapor 19798. Hidangan di meja termasuk opor Mulai kepala sampai ke ekor Kepada Bapak Hilmar Farid juga kita melapor Kalau keuangan kita terasa tekor MoU tindak lanjut 19799. Pemimpin hebat punya kharisma Menjadi pemimpin tidak memelas Semoga MoU berlanjut kerjasama Pembagian tugas semakin jelas Tindak lanjut 19800. Kereta Api barusan lewat Plang pengaman tidak percuma Kalau MoU sudah dibuat Tindaklanjutilah dengan kerjasama Agar bisa terimplementasi 19801. Jangan main-main dengan klurit Bisa-bisa ditangkap polisi Biar MOU menjadi konkrit Juga di lapangan bisa terimplementasi PENUTUP itu saja 19802. Pakaian Basiba Pakaian Kebaya Tapi bukan pakaian biduan Itu sedikit penyampaian saya Bisa dipakai sebagai acuan Wassalam 19803. Budaya Minang jangan tersisih Janganlah adat menjadi rapuh Cukup sekian dan terima kasih Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
