1048. Pantun HPN di Dinas Kebudayaan

Padang, 1 Februari 2018

PEMBUKA
Selamat sore
23941.	Dibeli satu dapat dua
	Di pinggir jalan membeli durian
	Selamat sore hadirin semua
	Kini kita bertemu di acara kebudayaan

Hilmar Farid
23942.	Terdengar riuh suara murid
	Di tujuhbelas Agustus hari perayaan
	Hadir di sini Bpk.Hilmar Farid
	Beliau adalah Dirjen Kebudayaan

Taufik Efendi
23943.	Terkenal dulu jadi guru sekolah
	Pindah profesi jadi birokrat
	Asisten dan Bapeda pun juga pernah
	Taufik Efendi memang hebat

23944.	Dulu kerja agak ogah ogahan
	Karena ditempatkan di kebudayaan
	Ternyata banyak ke Luar Negri plesiran
	Akhirnya sekarang beliau kerasan 

23945.	Memang kini hidup beda
	Sendirian tinggal di Padang
	Hidup penuh dengan balada
	Karena hidupnya membujang
 
23946.	Bolak balik ke Solok
	Karena Kerja di Kota Padang
	Orangnya taklah menyolok
	Tapi selalu berhati riang

23947.	Ke Solok Sabtu minggu
	Di Padang Senin hingga Kamis
	Istri di kampung selalu menunggu
	Ketika Pulang selalu kembang kempis

23948.	Shalat Jumat di Masjid Raya
	Pergi ke Masjid naik Honda
	Hadir Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya
	Kepala UPT.Pelestarian Nilai Budaya juga ada

23949.	Gadis Minang pakai kebaya
	Songket dipakai hasil sulaman
	Ada Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya
	Budayawan, Wartawan dan Seniman

Selamat datang
23950.	Dari Padang menuju Bangkinang
	Singgah makan di Aie Badarun
	Selamat datang bapak ibu di Ranah Minang
	Negeri elok dan rakyatnya santun

23951.	Kampung halaman selalu terkenang
	Udaranya segar setiap pagi
	Sekali dtng ke Ranah Minang
	Pasti esok ingin kembali lagi

23952.	Di Aie Manih Batu Malin Kundang
	Pemandangan pantainya sangat memukau
	Itulah Negeri "Urang Padang"
	Mmg.penduduknya banyak di rantau

23953.	Beras ditumbuk menjadi tepung
	Beras Solok enak terasa
	Yang tinggal di Padang penghuni Kampung
	Tapi kreatifitasnya luar biasa

Pengantar
23954.	Di simpang empat ojek mangkal
	Menunggu penumpang dari Pasar Raya
	Inilah pameran kearifan lokal
	Mempromosikan kreasi seni budaya

ISI
Potensi Sumbar banyak
23955.	Diambil tali panjang sedepa
	Pengikat kayu api dalam semak
	Selama ini kita lupa
	Potensi kita cukup banyak

23956.	Hinggap di ranting si kunang-kunang
	Terbang mendekat ke pohon betung
	Ada seni rupa dan batik Minang
	Ada juga pelukis patung

23957.	Sudah mulus jalan ke Kinali
	Lalulintaspun tak pernah sepi
	Masih banyak yang belum tergali
	Tinggal kita untuk menyikapi

Untuk wartawan
23958.	Dulu manis Lansek Sijunjung
	Buah dipetik masak di batang
	Pameran ini untuk semua pengunjung
	Khususnya Wartawan yang ramai datang

23959.	Berhenti sebentar untuk Makan
	Dari rumah membawa bekal
	HPN perlu kita semarakkan
	Dengan membangkitkan seni kearifan lokal

23960.	Rambut panjang diikat pita
	Prilakunya elok jadi panutan
	Baju kaus produk UMKM kita
	Dengan pola ekonomi kerakyatan

Baju kauih Minang
23961.	Diberi makan ikan gurami
	Nampak di kolam itik berenang
	Ada istilah "Ma Baju Kami"
	"Mari Babaju Kauih Minang"

23962.	Macet kendaraan di Simpang Tinju
	Hujan deras air tergenang
	Banyak pesan dipasang di baju
	Bisa Pepatah Petitih Minang

23963.	Kota Bukittinggi terasa "sajuak”
	Di tempat wisata mata harus melek
	Ada di Bukitinggi toko "Kapuyuak”
	Ada juga toko "Tangkelek”

Tercermin kreatif
23964.	Susu kental dicampur soda
	Tambahkan juga sedikit madu
	Disana tercermin kreatif anak muda
	Seperti di Jogja ada Dagadu

23965.	Hendak ke ladang membawa pacul
	Juga memetik petai cina
	Banyak kreatifitas belum muncul
	Tentu ke depan bisa kita bina

Peduli kebudayaan
23966.	Sabar menanti menunggu giliran
	Memang antri untuk makan
	Ajang ini adalah ajang pameran
	Baru sebagian yang kita tampilkan

23967.	Sehabis Shalat memegang tasbih
	Di meja sudah tersedia sarapan
	Kita ingin menampilkan yang lebih
	Untuk perencanaan di masa depan

Urusan Taufik Efendi
23968.	Di pinggir sungai daun keladi
	Tumbuh juga batang Sikarau
	Itulah tugas Taufik Efendi
	Yang berbau kebudayaan urusan beliau

23969.	Nampak menghitam terlihat jidat
	Tidak hilang walau direndam
	Memasyarakatkan adat istiadat
	Mambangkit kembali batang tarandam

23970.	Menghisap madu seekor kumbang
	Bunga bergoyang ditiup angin
	Kearifan lokal bisa berkembang
	Bisa bersaing dengan produk lain

GKS baru  Peduli
23971.	Pergi ke hutan hendak berburu
	Tidak lupa membawa tali
	Gedung kebudayaan sudah dibikin baru
	Kepada seni budaya, kita sangat peduli

Perhatian bantuan pusat
23972.	Diatur strategi juga siasat
	Agar marabahaya bisa ditangkal
	Tinggal lagi perhatian pusat
	Untuk membina kearifan lokal

23973.	Limapuluh Kota di Sarilamak
	Ke Kantor Bupati alamat surat
	Permintaan kami tidak banyak
	Perbanyak bantuan ke Sumatera Barat

23974.	Senam pagi di pukul tujuh
	Sehabis senam terasa gerah
	Bantuan pusat kami butuh
	Untuk pengembangan kebudayaan daerah

23975.	Naik dokar berlima-lima
	Teman lama baru berjumpa
	Bantuan pisik akan kami terima
	Bantuan non pisikpun tidak apa-apa

23976.	Berita menarik di harian Haluan
	Berita menarik cepat tersebar
	Yang penting kami dapat bantuan
	Untuk memajukan kebudayaan Sumbar

PENUTUP
23977.	Dari Sicincin menuju Balingka
	Banyak jalan yang tidak kenal
	Pameran ini resmi saya buka
	Untuk mendukung Hari Pers Nasional

Wassalam
23978.	Gedung kebudayaan terlihat bersih
	Tidak sedikitpun terlihat kumuh
	Cukup sekian dan terima kasih
	Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh