112. Merah-Putih Untuk TdS

Merah-Putih Untuk TdS

Apa yang dilakukan masyarakat sepanjang rute Tour de Singkarak (TdS) etape Bukittinggi – Harau (50 Kota), sekilas terlihat sederhana. Namun nilainya sangat luar biasa.

Sepanjang  jalan Bukitinggi – Harau, di kiri-kanan jalan, masyarakat berbaris rapi menyambut dan menyaksikan lomba balap sepeda Tour de Singkarak (TdS). Dengan senyum dan wajah antusias mereka menyambut kedatangan ratusan atlet balap sepeda dari 17 negara tersebut. Mereka juga memberikan semangat dengan bertepuk tangan serta melambai-lambaikan bendera kecil  berwarna merah-putih.

Sekilas, aksi dan sambutan masyarakat itu terlihat sederhana saja, namun dampaknya luar biasa. Kita tentu sering melihat berbagai pertandingan sepakbola atau pertandingan olahraga lainnya. Telah banyak terbukti bahwa dukungan penonton/suporter itu menentukan kerhasilan pertandingan. Begitu juga dalam pementasan kesenian, sambutan penonton ikut menentukan keberhasilan pertunjukan.

Apapun bentuknya, sesederhana apapun wujudnya, inilah sebuah partisipasi dari masyarakat yang patut dihargai dan diacungkan jempol.  Apapun yang akan dilakukan untuk memajukan daerah ini butuh dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk iven Tour de Singkarak.  Makin banyak dan makin besar partisipasi masyarakat, bisa dipastikan makin meriah dan makin sukses sebuah iven.

TdS memang sangat butuh dukungan dan partisipasi masyarakat. TdS adalah helat untuk mempromosikan Sumatera Barat ke segala penjuru dunia. Melalui TdS ingin ditunjukkan kepada dunia bahwa Sumatera Barat adalah daerah yang indah, memiliki panorama alam  tropis yang elok, tak ada tandingnya di belahan bumi manapun. Kuliner Minang juga merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Melalui TdS juga ingin diinformasikan bahwa Minang Kabau memiliki budaya yang tinggi, masyarakatnya ramah, berbudi bahasa tinggi dan santun.

Pada saat yang sama tentu juga ingin ditunjukkan kepada dunia, bahwa Sumatera Barat memiliki pemerintah yang bersih dan profesional. Juga ingin dibuktikan bahwa Sumatera Barat memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Keberhasilan pelaksanaan TdS adalah bukti dari semua itu. Kepuasan para peserta lomba, kesan positif, kontingen serta tamu lainnya yang datang adalah parameter bahwa Sumbar memiliki SDM yang berkualitas dan berbudaya tinggi.

Lalu, apa manfaatnya bagi masyarakat? Seperti diungkapkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada acara pembukaan TdS,  “TdS bisa dikatakan berhasil jika telah berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itulah muara pelaksanaan TdS.

Melalui TdS diharapkan, Sumatera Barat dengan segala potensi dan keunikannya dikenal dan dikenang oleh masyarakat dunia. Iven ini, tentu saja didukung oleh partiisipasi, antusiasme dan keramahan masyarakat, diharapkan mampu membangun imej dunia bahwa Sumbar adalah daerah yang cocok untuk dikunjungi, juga berinvestasi.

Meski di sana-sini masih terlihat sejumlah kelemahan, namun kita bertekad kelemahan itu akan terus diperbaiki dan dibenahi.  Ke depan pelaksanaan TdS harus lebih baik dan lebih baik lagi. Jika tahun ini TdS dibuka oleh Menbudpar, tahun depan kita persiapan lebih baik sehingga bisa dibuka oleh Presiden RI. Jika tahun ini diikuti oleh 17 negara, tahun depan mestinya diikuti oleh lebih banyak negara.

Jika pelaksanaan TdS makin baik dan kesan yang diberikan  kepada masyarakat dunia makin baik,  InsyaAllah peluang masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan makin meningkat.  Jika kunjungan  wisatawan , baik domestik maupun mancanegara ke Sumatera Barat dalam rangka TdS meningkat, tentu peluang ekonomi masyarakat Sumatera Barat meningkat pula.  Apalagi jika diikuti pula oleh adanya investasi.

Selamat mengikuti acara TdS, mari kita tunjukkan bahwa kita bisa berbuat lebih baik. Terimakasih atas partisipasi semua  masyarakat serta semua pihak. (November 2013)