122. Tahun 2013

Tahun 2013

Climate change (perubahan cuaca) yang beberapa tahun belakangan menjadi bahan perdebatan sengit para ahli telah menjadi kenyataan. Cuaca ekstrim terjadi di berbagai belahan dunia, musim panas menjadi sangat panas, musim dingin menjadi sangat dingin. Begitu juga musim hujan dan musim kemarau terjadi secara ekstrim. Cuaca menjadi kacau tak menentu, tak lagi bisa diprediksi.

Cuaca ekstrim dan tak menentu telah menimbulkan bencana di berbagai negara  seperti banjir, kekeringan, longsor maupun badai, tak peduli di benua Amerika, Eropa atau Asia.  Tak hanya itu, bencana juga muncul berupa gempa bumi , baik tektonik maupun vulkanik serta tsunami yang menelan korban ribuan jiwa manusia dan kerugian harta benda yang tak terhitung jumlahnya.

Mungkin karena kejadian-kejadian beruntun dan mencekam inilah yang membuat manusia berpikir bahwa dunia akan kolaps, dan berlanjut dengan kiamat.  Ditambah lagi dengan ramalan suku Indian Maya yang menduga bahwa kiamat terjadi pada tahun 2012 (tahun lalu). Mungkin karena mereka berpikir dunia telah berakhir pada tahun 2012, suku Maya hanya melakukan perhitungan kalender sampai tanun 2012.

Tahun 2012 bagi sebagian orang, merupakan tahun yang mencekam dan mendebarkan. Yang sangat fenomenal, gejala alam ini telah menyebabkan tercetusnya sebuah film layar lebar yang menyita perhatian hampir seluruh penduduk dunia dengan tajuk 2012. Film ini menceritakan tentang peristiwa kiamat, yaitu periswa kehancuran bumi dan berakhirnya kehidupan di bumi,  yang terjadi pada tahun 2012.

Film ini menggambarkan bagaimana letusan gunung berapi dan pergeseren lempengan bumi telah mencabik-cabik dan memporak-porandakan planet bumi. Planet-planet dan bintang-bintang di langit kehilangan keseimbangan, kacau balau, lalu saling bertabrakan. Gelombang laut setinggi ratusan meter menyapu daratan beserta bangunan  dan apa saja yang menghalanginya hingga rata dengan tanah. Mungkin itulah yang disebut kiamat.

Meski tidak sedahsyat yang digambarkan dalam film 2012, namun bencana serupa memang telah terjadi di dunia nyata. Gempa di Meksiko, gempa dan tsunami di Jepang, Gempa dan Tsunami di Aceh serta gempa dan tsunami yang terjadi di Sumatera Barat sendiri, telah nyata di depan mata. Dalam hitungan menit bumi berguncang, gedung-gedung beton yang berdiri kokoh, ambruk beserpihan ke tanah, ribuan nyawa hilang seketika. Subhanallah…

Namun apakah kiamat memang terjadi pada tahun 2012 seperti yang diramalkan banyak orang? Ternyata tidak. Kini kita malah telah memasuki tahun 2013. Kiamat adalah rahasia Allah, meski telah banyak dan berulang kali manusia berusaha meramalkannya, namun tak satupun yang terbukti. Tak satupun manusia bisa meramalkan kapan kiamat itu terjadi.

Hal serupa juga terjadi dengan prediksi para ahli bahwa gempa dan tsunami besar akan melanda Sumatera Barat tahun 2011 lalu, menyusul gempa dahsyat tahun 2009. Ramalan itu juga tidak terbukti. Kita bersyukur peristiwa itu tidak terjadi hingga hari ini dan berdoa serta  bermohon kepada Allah semoga peristiwa itu tidak pernah terjadi. Malah nyatanya gempa dan tsunami justru terjadi di Ibaraki Jepang bulan Maret tahun 2011, tanpa diduga.

Belajar dari pengalaman dan kenyataan tersebut kita harus yakin bahwa tidak satu pun manusia yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi esok hari dan juga tidak bisa mengetahui apakah besok ia akan masih hidup dan apa yang akan terjadi pada dirinya.

Kita bersyukur bahwa masyarakat Sumatera Barat adalah masyarakat yang ulet dan tidak cepat putus asa. Meski Sumatera Barat porak poranda akibat gempa tahun 2009, dan sejumlah ramalan buruk lainnya akan menimpa, namun masyarakat daerah ini ini tidak putus asa, justru segera bangkit dan berbenah. Terbukti pada awal tahun 2013 ini kondisi Sumatera Barat telah kembali pulih, gedung-gedung baru yang lebih kokoh dan megah bermunculan, bahkan ekonomi  justru tumbuh lebih baik dari sebelumnya.

Bisa kita bayangkan jika masyarakat Sumatera Barat pasca gempa 2009 putus asa, lalu hanya menunggu nasib, mungkin kota-kota di Sumatera Barat hanya tinggal puing dan menjadi kota mati hingga kini. Padahal waktu terus berjalan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Tindakan yang benar adalah seperti seperti  seperti riwayat berikut; bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah kamu seolah-olah kamu akan mati besok pagi.

Begitu juga dalam menghadapi tahun 2013. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi, peluang rahmat dan bencana yang akan kita hadapi sama besarnya. Namun keberhasilan menjalani kehidupan tergantung dari ikhtiar yang diiringi dengan doa yang kita lakukan.  Jangan berpangku tangan, mari berikhtiar dan berdoa. (Januari 2013)