925. Pantun nasihat pernikahan Rani Gustiara Ayu, putri dari Bupati Pesisir Selatan, Bp. Hendrajoni – Ibu Masdel Astuti

Pessel, 29 Oktober 2017

PEMBUKA
Hormat
Selamat pagi tamu
19155.	Sejak kecil menuntut ilmu
	Tentu berharap ilmu yang berkah
	Selamat pagi semua tamu
	Berkenan hadir di acara nikah

Hendra joni
19156.	Anak lelaki wajib dikhitan
	Menjelang besar elok ditinjau
	Bertugas jauh di Pesisir Selatan
	Menghadiri nikah di Permata Hijau

19157.	Jauh di rantau memberi berita
	Rencana pulang di Bulan Juni
	Memang dulu dinas di Jakarta
	Itulah dia Bapak Hendra Joni

19158.	Dapat oleh-oleh dari India
	Baru kembali Ibu Mertua
	Bapak Hendra Joni tersenyum bahagia
	Anak seorang kini jadi berdua

Masdel astuti
19159.	Baru landing di Soekarno Hatta
	Naik pesawat Air Asia
	Sambil memandang anak tercinta
	Ibu Masdel Astuti merasa bahagia

Ibu hajah Bagyang
19160.	Asyik bermain si Ular Tangga
	Menghabiskan waktu bersama kawan
	Ibu hajah Bagyang tersenyum bangga
	Mendapat menantu yang cantik menawan

19161.	Memang bahasa menunjukan bangsa
	Bangsa sendiri jangan dicela
	Hatinya bangga luar biasa
	Karena besannya Bupati pula
	
Hajjah Bagyang
19162.	Di Pesisir Selatan daerah Bayang
	Naik motor bermerek honda
	Itulah dia Ibu Hajjah Bagyang
	Di pagi ini beruntung ganda

Sering ibu ke Padang
19163.	Memang enak masakan rendang
	Bumbunya rendang boleh ditiru
	Seringlah Ibu datang ke Padang
	Bawalah serta menantu baru

Kunjungan besan Wisata mempesona
19164.	Telah dibeli sebuah lukisan
	Lukisan dijual si orang Cina
	Pergilah berkunjung ke tempat besan
	Kawasan wisata sangat mempesona

Maaf tak tersebut
19165.	Tamu datang memberi doa
	Agar Akbar Rani, hidupnya bahagia
	Maaf Bapak Ibu tak tersebut semua
	Tapi dalam hati tetaplah kami sapa

Pengantar
Selamat sudah ijab kabul
19166.	Roti tawar berlapis selai
	Sarapan pagi sambil berkumpul
	Ucapan selamat kepada kedua mempelai
	Telah sukses berijab kabul

Bersyukur
19167.	Kumis dan jambang habis dicukur
	Memang anak yang punya usul
	Kepada Allah kita bersukur
	Anak kita sudah laksanakan Sunnah Rasul

Momen bersejarah
19168.	Cantik mempelai berbaju merah
	Memang bajunya baru dibeli
	Momen ini momen bersejarah
	Dalam hidup hanya sekali

Kerabat diundang
19169.	Mobil kencang elok perlambat
	Kalau dibelokan harap hati-hati
	Elok diundang karib kerabat
	Untuk kenangan di masa nanti

ISI
19170.	Rencana ketemu di daerah Cikini
	Sudah ditunggu tak ada kabar
	Punya anak bernama Rani
	Dapat menantu bernama Akbar

Ortu puas bahagiakan anak
19171.	Lama sudah tidak bersua
	Waktu kecil gembala ternak
	Itulah kepuasan orang tua
	Dapat membahagiakan anak-anak

Asal anak bahagia berbintang
19172.	Jangan nikah di usia belia
	Jangan pacaran terlalu lama
	Asal anak bisa bahagia
	Biarlah nikah dan pesta di hotel berbintang lima

Kasih ortu sepanjang jalan
19173.	Acara dimulai di pukul sembilan
	Telah datang handai taulan
	Kasih orang tua sepanjang jalan
	Kasih anak sepanjang penggalan

Bahagiakan anak cari pasangan
19174.	Luka ditutup memakai perban
	Habis kecelakaan pengendaranya terlihat pingsan
	Membahagiakan anak adalah kewajiban
	Mencarikan pasangan adalah keharusan

Rani jatuhkan pilihan
19175.	Memang enak duduk di lesehan
	Walaupun duduk di buluh betung
	Sekarang Rani telah jatuhkan pilihan
	Itulah Akbar, pria yang beruntung

Akbar jadi mantu Bupati
19176.	Air kemasan air alami
	Sekali minum harus diganti
	Kini Akbar telah jadi suami
	Dari anak seorang Bupati

Cinta sampai tua
19177.	Kini bertukar corak Metromini
	Tempat duduknya tetap bersanding dua
	Kasih tertumpah kepada Rani
	Terjalin kasih sampai tua

Pesan Khusus
Jodoh
19178.	Laki Wanita, Allah pasangkan
	Tak kira siapa dia sebenarnya
	Akbar Rani, Allah yang jodohkan
	Walau ada aral yang melintanginya

19179.	Walau beda asal usul
	Apalagi jiwa dan juga raga	
	Kalaulah Allah akan kabul
	Akbar Rani tetap berkeluarga

Bahagia
19180.	Orang sibuk cari harta
	Sibuk siang malam bekerja
	Harta hilang sekejap mata
	Bahagia kekal hanya dalam keluarga

19181.	Gelar, status dan jabatan kerja
	Rumah Mobil pun taklah ada artinya
	Bahagianya itu cuma sebentar saja
	Kecuali keluarga, bahagia selamanya

Saling Paham
19182.	Manusia itu diciptakan beda
	Beda mau, karakter dan juga pribadi
	Kini Akbar Rani, satu dalam keluarga
	Di antara berdua saling memahami

19183.	Ada wanita dan juga laki laki
	Ditakdirkan berbeda sifat dan hobi
	Akbar Rani resmi jadi suami istri
	Hidup serasi mesti saling mengerti

Ibadah	
19184.	Allah itu penentu hidup kita
	Juga selesaikan masalah yang ada
	Masalah keluarga pasti ada saja
	Beribadahlah kepada Allah Taala

19185.	Memang hidup ingin bahagia
	Tapi tidak didapati serta merta
	Allah akan beri kepada siapa saja
	Kepada yang beribadah dan bertaqwa

Pesan Umum
19186.	Anak kecil pandai menelungkup
	Pandai berjalan harus diakali
	Sekali ijab kabul sudahlah cukup
	Akbar Rani jangan berniat dua kali

Kematian yang pisahkan
19187.	Memang tajam pisau diasah
	Tangan tersayat baru terasa
	Kecuali kematian yang membuat berpisah
	Itulah takdir yang Maha Kuasa

Cukup sekali
19188.	Baru mulai menggarap lahan
	Kuli kasar kini dicari
	Cukup sekali menjatuhkan pilihan
	Akbar Rani jadi suami ataupun isteri

Jangan ke yang lain
19189.	Membeli buku cukup sekodi
	Pensil dan pena dibeli juga
	Kalau nikah sudah terjadi
	Akbar Rani, fokuslah kepada keluarga

Jangan pikiran bercabang
19190.	Terlihat jatuh sebuah mumbang
	Sampai di tanah langsung terbelah
	Jangan pula pikiran bercabang
	Terkadang terlihat tetangga sebelah

Jangan lihat rumput tetangga	
19191.	Terasa lapar melihat bubur
	Rasa menetes si air liur
	Rumput tetangga tentulah subur
	Sering dilihat akan tergiur

Jangan sering-sering lihat
19192.	Sejak kecil bermain voli
	Awal pertama bermain-main
	Boleh melihat hanya sekali
	Melihat kedua ada maksud lain

Jangan tergoda
19193.	Keringat menetes tetap diseka
	Walaupun mengucur sampai ke dada
	Tapi jangan jadi malapetaka
	Makanya diingatkan jangan mudah tergoda

19194.	Nafsu memang ada pada kita
	Lihat yang lain, bisa lupa yang ada
	Laki wanita sebetulnya sama saja
	Tergoda yang lain akan rugi dan percuma

Cemburu boleh saja
19195.	Bersempit-sempit naik Kopaja
	Tidak berbeda dengan Bis Kota
	Rasa cemburu boleh saja
	Itu tandanya saling cinta

19196.	Kata orang cemburu buta
	Cemburunya serta merta
	Walau Akbar Rani saling mencinta
	Cemburu jangan butakan mata

Cepat punya anak
19197.	Rayuan kuat di kiri kanan
	Mencoba-coba pada awalnya
	Usahakan cepat dapat keturunan
	Jangan sampai mertua bertanya

Punya cucu
19198.	Manisnya alami terasa madu
	Juga tidak memakai gincu
	Karena mertua juga rindu
	Pingin menimang anak cucu

Atur keturunan, jangan tunda beranak
19199.	Memang tentara helemnya baja
	Anti peluru pasang di dada
	Mengatur keturunan boleh saja
	Anak pertama janganlah ditunda

Anak pertama
19200.	Buah pala dan buah lada
	Selesai panen di hari senja
	Anak pertama adalah pertanda
	Hasil mempelai baru bekerja

Bimbing keluarga ke jannah
19201.	Muatan mobil hanya berlima
	Memang mobil untuk keluarga
	Hidup di dunia tidaklah lama
	Bimbing keluarga jalan ke Sorga

Samara idaman
19202.	Keliling-keliling naik delman
	Kudanya jinak boleh dijamah
	Keluarga Samara adalah idaman
	Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah

Kepada Ortu
Jangan intervensi
19203.	Memang anak tak bisa dipisahkan
	Setelah berkeluarga tetap anak sendiri
	Orang tua dan mertua tetap beri pethatian
	Tapi Jangan pula ikut campur dan intervensi

19204.	Satu keluarga punya mau sendiri
	Punya masa depan dan cita cita
	Biarkan keluarga anak kita mandiri
	Lihat jauh saja sebagai orang tua

Doa restu
19205.	Pesan daging pesan juga ikan
	Itu yang dibayar kepada kasir
	Do'a dan restu kami ucapkan
	Dari seluruh kami yang hadir

Semoga langgeng
19206.	Berangkat ke kantor terburu-buru
	Datang terlambat pukul sembilan
	Semoga langgeng mempelai baru
	Jangan terputus di tengah jalan

Kunjungi ortu mertua
19207.	Ambil papan panjang sedepa
	Untuk keperluan mendirikan tenda
	Mengunjungi orang tua janganlah lupa
	Semoga kepada mertua tidak berbeda

PENUTUP
Itu saja nasehat
19208.	Janganlah sombong kalau kaya
	Membayar zakat janganlah lalai
	Itu sedikit nasehat saya
	Semoga bermanfaat untuk mempelai
 
Wassalam
19209.	Kedua mempelai wajahnya bersih
	Sudah muhrim boleh disentuh
	Cukup sekian dan terima kasih
	Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh