Pessel, 29 Oktober 2017 PEMBUKA Hormat Selamat pagi tamu 19155. Sejak kecil menuntut ilmu Tentu berharap ilmu yang berkah Selamat pagi semua tamu Berkenan hadir di acara nikah Hendra joni 19156. Anak lelaki wajib dikhitan Menjelang besar elok ditinjau Bertugas jauh di Pesisir Selatan Menghadiri nikah di Permata Hijau 19157. Jauh di rantau memberi berita Rencana pulang di Bulan Juni Memang dulu dinas di Jakarta Itulah dia Bapak Hendra Joni 19158. Dapat oleh-oleh dari India Baru kembali Ibu Mertua Bapak Hendra Joni tersenyum bahagia Anak seorang kini jadi berdua Masdel astuti 19159. Baru landing di Soekarno Hatta Naik pesawat Air Asia Sambil memandang anak tercinta Ibu Masdel Astuti merasa bahagia Ibu hajah Bagyang 19160. Asyik bermain si Ular Tangga Menghabiskan waktu bersama kawan Ibu hajah Bagyang tersenyum bangga Mendapat menantu yang cantik menawan 19161. Memang bahasa menunjukan bangsa Bangsa sendiri jangan dicela Hatinya bangga luar biasa Karena besannya Bupati pula Hajjah Bagyang 19162. Di Pesisir Selatan daerah Bayang Naik motor bermerek honda Itulah dia Ibu Hajjah Bagyang Di pagi ini beruntung ganda Sering ibu ke Padang 19163. Memang enak masakan rendang Bumbunya rendang boleh ditiru Seringlah Ibu datang ke Padang Bawalah serta menantu baru Kunjungan besan Wisata mempesona 19164. Telah dibeli sebuah lukisan Lukisan dijual si orang Cina Pergilah berkunjung ke tempat besan Kawasan wisata sangat mempesona Maaf tak tersebut 19165. Tamu datang memberi doa Agar Akbar Rani, hidupnya bahagia Maaf Bapak Ibu tak tersebut semua Tapi dalam hati tetaplah kami sapa Pengantar Selamat sudah ijab kabul 19166. Roti tawar berlapis selai Sarapan pagi sambil berkumpul Ucapan selamat kepada kedua mempelai Telah sukses berijab kabul Bersyukur 19167. Kumis dan jambang habis dicukur Memang anak yang punya usul Kepada Allah kita bersukur Anak kita sudah laksanakan Sunnah Rasul Momen bersejarah 19168. Cantik mempelai berbaju merah Memang bajunya baru dibeli Momen ini momen bersejarah Dalam hidup hanya sekali Kerabat diundang 19169. Mobil kencang elok perlambat Kalau dibelokan harap hati-hati Elok diundang karib kerabat Untuk kenangan di masa nanti ISI 19170. Rencana ketemu di daerah Cikini Sudah ditunggu tak ada kabar Punya anak bernama Rani Dapat menantu bernama Akbar Ortu puas bahagiakan anak 19171. Lama sudah tidak bersua Waktu kecil gembala ternak Itulah kepuasan orang tua Dapat membahagiakan anak-anak Asal anak bahagia berbintang 19172. Jangan nikah di usia belia Jangan pacaran terlalu lama Asal anak bisa bahagia Biarlah nikah dan pesta di hotel berbintang lima Kasih ortu sepanjang jalan 19173. Acara dimulai di pukul sembilan Telah datang handai taulan Kasih orang tua sepanjang jalan Kasih anak sepanjang penggalan Bahagiakan anak cari pasangan 19174. Luka ditutup memakai perban Habis kecelakaan pengendaranya terlihat pingsan Membahagiakan anak adalah kewajiban Mencarikan pasangan adalah keharusan Rani jatuhkan pilihan 19175. Memang enak duduk di lesehan Walaupun duduk di buluh betung Sekarang Rani telah jatuhkan pilihan Itulah Akbar, pria yang beruntung Akbar jadi mantu Bupati 19176. Air kemasan air alami Sekali minum harus diganti Kini Akbar telah jadi suami Dari anak seorang Bupati Cinta sampai tua 19177. Kini bertukar corak Metromini Tempat duduknya tetap bersanding dua Kasih tertumpah kepada Rani Terjalin kasih sampai tua Pesan Khusus Jodoh 19178. Laki Wanita, Allah pasangkan Tak kira siapa dia sebenarnya Akbar Rani, Allah yang jodohkan Walau ada aral yang melintanginya 19179. Walau beda asal usul Apalagi jiwa dan juga raga Kalaulah Allah akan kabul Akbar Rani tetap berkeluarga Bahagia 19180. Orang sibuk cari harta Sibuk siang malam bekerja Harta hilang sekejap mata Bahagia kekal hanya dalam keluarga 19181. Gelar, status dan jabatan kerja Rumah Mobil pun taklah ada artinya Bahagianya itu cuma sebentar saja Kecuali keluarga, bahagia selamanya Saling Paham 19182. Manusia itu diciptakan beda Beda mau, karakter dan juga pribadi Kini Akbar Rani, satu dalam keluarga Di antara berdua saling memahami 19183. Ada wanita dan juga laki laki Ditakdirkan berbeda sifat dan hobi Akbar Rani resmi jadi suami istri Hidup serasi mesti saling mengerti Ibadah 19184. Allah itu penentu hidup kita Juga selesaikan masalah yang ada Masalah keluarga pasti ada saja Beribadahlah kepada Allah Taala 19185. Memang hidup ingin bahagia Tapi tidak didapati serta merta Allah akan beri kepada siapa saja Kepada yang beribadah dan bertaqwa Pesan Umum 19186. Anak kecil pandai menelungkup Pandai berjalan harus diakali Sekali ijab kabul sudahlah cukup Akbar Rani jangan berniat dua kali Kematian yang pisahkan 19187. Memang tajam pisau diasah Tangan tersayat baru terasa Kecuali kematian yang membuat berpisah Itulah takdir yang Maha Kuasa Cukup sekali 19188. Baru mulai menggarap lahan Kuli kasar kini dicari Cukup sekali menjatuhkan pilihan Akbar Rani jadi suami ataupun isteri Jangan ke yang lain 19189. Membeli buku cukup sekodi Pensil dan pena dibeli juga Kalau nikah sudah terjadi Akbar Rani, fokuslah kepada keluarga Jangan pikiran bercabang 19190. Terlihat jatuh sebuah mumbang Sampai di tanah langsung terbelah Jangan pula pikiran bercabang Terkadang terlihat tetangga sebelah Jangan lihat rumput tetangga 19191. Terasa lapar melihat bubur Rasa menetes si air liur Rumput tetangga tentulah subur Sering dilihat akan tergiur Jangan sering-sering lihat 19192. Sejak kecil bermain voli Awal pertama bermain-main Boleh melihat hanya sekali Melihat kedua ada maksud lain Jangan tergoda 19193. Keringat menetes tetap diseka Walaupun mengucur sampai ke dada Tapi jangan jadi malapetaka Makanya diingatkan jangan mudah tergoda 19194. Nafsu memang ada pada kita Lihat yang lain, bisa lupa yang ada Laki wanita sebetulnya sama saja Tergoda yang lain akan rugi dan percuma Cemburu boleh saja 19195. Bersempit-sempit naik Kopaja Tidak berbeda dengan Bis Kota Rasa cemburu boleh saja Itu tandanya saling cinta 19196. Kata orang cemburu buta Cemburunya serta merta Walau Akbar Rani saling mencinta Cemburu jangan butakan mata Cepat punya anak 19197. Rayuan kuat di kiri kanan Mencoba-coba pada awalnya Usahakan cepat dapat keturunan Jangan sampai mertua bertanya Punya cucu 19198. Manisnya alami terasa madu Juga tidak memakai gincu Karena mertua juga rindu Pingin menimang anak cucu Atur keturunan, jangan tunda beranak 19199. Memang tentara helemnya baja Anti peluru pasang di dada Mengatur keturunan boleh saja Anak pertama janganlah ditunda Anak pertama 19200. Buah pala dan buah lada Selesai panen di hari senja Anak pertama adalah pertanda Hasil mempelai baru bekerja Bimbing keluarga ke jannah 19201. Muatan mobil hanya berlima Memang mobil untuk keluarga Hidup di dunia tidaklah lama Bimbing keluarga jalan ke Sorga Samara idaman 19202. Keliling-keliling naik delman Kudanya jinak boleh dijamah Keluarga Samara adalah idaman Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah Kepada Ortu Jangan intervensi 19203. Memang anak tak bisa dipisahkan Setelah berkeluarga tetap anak sendiri Orang tua dan mertua tetap beri pethatian Tapi Jangan pula ikut campur dan intervensi 19204. Satu keluarga punya mau sendiri Punya masa depan dan cita cita Biarkan keluarga anak kita mandiri Lihat jauh saja sebagai orang tua Doa restu 19205. Pesan daging pesan juga ikan Itu yang dibayar kepada kasir Do'a dan restu kami ucapkan Dari seluruh kami yang hadir Semoga langgeng 19206. Berangkat ke kantor terburu-buru Datang terlambat pukul sembilan Semoga langgeng mempelai baru Jangan terputus di tengah jalan Kunjungi ortu mertua 19207. Ambil papan panjang sedepa Untuk keperluan mendirikan tenda Mengunjungi orang tua janganlah lupa Semoga kepada mertua tidak berbeda PENUTUP Itu saja nasehat 19208. Janganlah sombong kalau kaya Membayar zakat janganlah lalai Itu sedikit nasehat saya Semoga bermanfaat untuk mempelai Wassalam 19209. Kedua mempelai wajahnya bersih Sudah muhrim boleh disentuh Cukup sekian dan terima kasih Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
