Padang, 10 November 2017 PEMBUKA Hormat 19953. Katanya model dipotong poni Walaupun pendek disana-sini Selamat kepada Bapak Hamdani Juga kepada Ibu Rose Dinda Martini Rismen Fitra 19954. Dijual mahal si ikan capa Dijual anak muda belia Kepada besannya tidaklah lupa Bapak Rismen Dedy dan Ibu Fitra Lusia Selamat siang 19955. Memang pesenam orangnya mahir Melompat-lompat di atas permadani Selamat siang semua yang hadir Dalam pernikahan anak Pak Hamdani 19956. Ramai-ramai menggunting pita Pita digunting langsung naik tangga Ada yang datang dari Jakarta Yang dari Padang hadir juga Kapolda 19957. Jalan keliling para peronda Semua sudut kini disisir Selamat siang Bapak Kapolda Bapak Fakhrizal berkenan hadir Dirut BPJS 19958. Para petugas berjaga-jaga Banyak pengunjung bertanya-tanya Dirut BPJS kelihatan juga Bapak Hamdani banyak temannya Dirjen keuangan 19959. Di kiri kanan terlihat lurah Di dekat tebing ditanam pinang Hadir juga Dirjen Keuangan Daerah Selamat datang di Ranah Minang Staf Ahli mentri 19960. Ikan belanak ikan tenggiri Letak keduanya di dalam goni Hadir juga staf ahli Mendagri Teman sejawat Bapak Hamdani Sadiq 19961. Menjelang lebaran banyak pemudik Katanya mobil baru dibeli Juga hadir Bapak Sadiq Di Kemenpan RB sebagai staf ahli Pengantar 19962. Pernikahan dilarang di usia dini Belum cukup umur serta waktu Banyak yang datang di pernikahan ini Teman dan sahabat memberi restu Sakral Saksi Wali 19963. Memang murah barang yang diobral Banyak orang antri membeli Pernikahan adalah hal yang sakral Memang dihadiri Saksi dan Wali Saya sebagai saksi 19964. Rumahnya putih berpagar besi Memang rumah baru dihuni Saya hadir menjadi saksi Semoga berkah pasangan ini Tidak sekedar ijab kabul 19965. Macam-macam warna umbul-umbul Dipasang juga sekeliling tenda Pernikahan bukan sekedar ijab kabul Tapi perpaduan dua insan yang berbeda 19966. Kencang seperti anak panah Itulah jalannya mobil Xenia Risa dan Havis sudah laksanakan Sunnah Sudah lengkap kehidupan di dunia Semoga berkah 19967. Banyaklah ikan masuk lukah Meletakkan lukah secara cermat Kedua mempelai semoga berkah Kepada Tuhan selalulah ingat ISI Ortu bahagia 19968. Jalannya setapak berbatu-batu Terasa perjalanan yang sia-sia Anak mereka sudah menyatu Nampak orang tuanya begitu bahagia Kini jadi dua 19969. Pergi ke ladang bawalah parang Katanya cangkul tidak bersua Dulu anaknya hanya seorang Kini anak seorang jadi berdua 19970. Nampak jauh cahaya senter Sudah dua jam dinanti-nanti Kalau tak aktif lagi jadi dokter Anak dan mantu jadi pengganti 19971. Kini bersih pantainya purus Banyaklah kapal penangkap ikan Regenarasipun jalan terus Mendapat menantu yang diimpikan Pesan khusus 19972. Dibungkus satu sikue lapis Pergi ke pasar naik skuter Sudah menikah Risa dan Haviz Seorang dokter jodohnya pun dokter Itu ketentuan 19973. Elok disimpan uang recehan Suatu sa'at pasti diperlukan Itulah ketentuan dari Tuhan Hanya DIA yang mengatur pertemuan 19974. Jangan lama masa bertunangan Mempunyai pasangan harus berani Memang manusia berpasang-pasangan Kita manusia hanya menjalani 19975. Hidup di dunia tidaklah lama Kepada Tuhan selalulah Tafakur Kita semua hanya menerima Tentulah kita harus bersukur Bahagia 19976. Banyak orang kejar harta Tapi tak dapat rasa bahagia Bahagia itu ada pada keluarga Insya Allah ada pada Havis dan Risa Saling mengerti 19977. Manusia memang diciptakan beda Juga beda karena laki dan wanita Prilaku karakter pun taklah sama Saling mengertilah antara Havis dan Risa Ibadah 19978. Rendahlah pinang dari kelapa Berputar-putar seekor kalong Beribadah selalu, janganlah lupa Kepada Allah kita minta tolong Pesan umum 19979. Biji kopi dibikin serbuk Dicoba sedikit tidak apa-apa Seorang dokter pastilah sibuk Mengurus rumah janganlah lupa 19980. Jangan disentuh daun putri malu Walau tersentuh hanya sehelai Melayani pasien memang perlu Melayani pasangan janganlah abai 19981. Katanya enak Biscuit Roma Enak dimakan pagi dan senja Keluarga adalah yang paling utama Jangan sibuk mencari uang saja Dapat keturunan 19982. Susah disisir rambut keriting Terkadang rontok jatuh ke baju Dapat keturunan tentulah penting Kedua orang tua berharap cucu 19983. Anak kecil butuh mainan Tak ada mainan dia berulah Jangan tunda dapat keturunan Karena keturunan adalah anugerah 19984. Sehabis Subuh mulai menyemai Menyemai padi tidak sendiri Rumah tangga bikinlah damai Tempat ketenangan Suami dan Isteri 19985. Dingin-dingin berkain-kain Di larut malam dingin sekali Pernikahan bukanlah main-main Jangan menikah berkali-kali Nikah sekali 19986. Kandang dikelilingi si kawat baja Sudut ke sudut si pohon jati Cukuplah nikah sekali saja Nikmatilah pasangannya sampai nanti Kasih jangan terpecah 19987. Mandi di kali seorang bocah Melompat-lompat sesuka hati Jangan kasih terpecah-pecah Cukup satu itulah harga mati Samara idaman 19988. Pulang ke rumah sudah kemalaman Perjalanan jauh ternyata sia-sia Keluarga Samara jadi idaman Tentulah akhirnya berujung bahagia 19989. Sampai tertidur di atas sopa Baru terbangun sekitar jam dua Bersilaturahmi janganlah lupa Terutama orang tua dan mertua PENUTUP Semoga bahagia 19990. Kini lebar jalan di Alai Pengorbananan masyarakat tidak sia-sia Selamat kepada kedua mempelai Semoga menjadi keluarga bahagia Itu saja 19991. Dikupas-kupas buah pepaya Banyaklah orang menjual di balai Itu sedikit pesan saya Bisa dipedomani oleh mempelai Wassalam 19992. Wajah mempelai keduanya bersih Keduanya boleh saling menyentuh Cukup sekian dan terima kasih Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
