950. Pantun Nasihat Pernikahan Putri Bpk. Hamdani – Ibu Rose Dinda Martini

Padang, 10 November 2017

PEMBUKA
Hormat
19953.	Katanya model dipotong poni
	Walaupun pendek disana-sini
	Selamat kepada Bapak Hamdani
	Juga kepada Ibu Rose Dinda Martini

Rismen Fitra
19954.	Dijual mahal si ikan capa
	Dijual anak muda belia
	Kepada besannya tidaklah lupa
	Bapak Rismen Dedy dan Ibu Fitra Lusia

Selamat siang
19955.	Memang pesenam orangnya mahir
		Melompat-lompat di atas permadani
	Selamat siang semua yang hadir
	Dalam pernikahan anak Pak Hamdani

19956.	Ramai-ramai menggunting pita
	Pita digunting langsung naik tangga
	Ada yang datang dari Jakarta
	Yang dari Padang hadir juga

Kapolda	
19957.	Jalan keliling para peronda
	Semua sudut kini disisir
	Selamat siang Bapak Kapolda
	Bapak Fakhrizal berkenan hadir

Dirut BPJS
19958.	Para petugas berjaga-jaga
	Banyak pengunjung bertanya-tanya
	Dirut BPJS kelihatan juga
	Bapak Hamdani banyak temannya

Dirjen keuangan
19959.	Di kiri kanan terlihat lurah
	Di dekat tebing ditanam pinang
	Hadir juga Dirjen Keuangan Daerah
	Selamat datang di Ranah Minang

Staf Ahli mentri
19960.	Ikan belanak ikan tenggiri
	Letak keduanya di dalam goni	
	Hadir juga staf ahli Mendagri
	Teman sejawat Bapak Hamdani

Sadiq
19961.	Menjelang lebaran banyak pemudik
	Katanya mobil baru dibeli
	Juga hadir Bapak Sadiq
	Di Kemenpan RB sebagai staf ahli

Pengantar
19962.	Pernikahan dilarang di usia dini
	Belum cukup umur serta waktu
		Banyak yang datang di pernikahan ini
	Teman dan sahabat memberi restu

Sakral  Saksi Wali
19963.	Memang murah barang yang diobral
	Banyak orang antri membeli
	Pernikahan adalah hal yang sakral
	Memang dihadiri Saksi dan Wali

Saya sebagai saksi	
19964.	Rumahnya putih berpagar besi
	Memang rumah baru dihuni
	Saya hadir menjadi saksi
	Semoga berkah pasangan ini

Tidak sekedar ijab kabul
19965.	Macam-macam warna umbul-umbul
	Dipasang juga sekeliling tenda
	Pernikahan bukan sekedar ijab kabul
	Tapi perpaduan dua insan yang berbeda

19966.	Kencang seperti anak panah
	Itulah jalannya mobil Xenia
	Risa dan Havis sudah laksanakan Sunnah
	Sudah lengkap kehidupan di dunia

Semoga berkah
19967.	Banyaklah ikan masuk lukah
	Meletakkan lukah secara cermat
	Kedua mempelai semoga berkah
	Kepada Tuhan selalulah ingat

ISI
Ortu bahagia
19968.	Jalannya setapak berbatu-batu
	Terasa perjalanan yang sia-sia
	Anak mereka sudah menyatu
	Nampak orang tuanya begitu bahagia

Kini jadi dua
19969.	Pergi ke ladang bawalah parang
	Katanya cangkul tidak bersua
	Dulu anaknya hanya seorang
	Kini anak seorang jadi berdua

19970.	Nampak jauh cahaya senter
	Sudah dua jam dinanti-nanti
	Kalau tak aktif lagi jadi dokter
	Anak dan mantu jadi pengganti

19971.	Kini bersih pantainya purus
	Banyaklah kapal penangkap ikan
	Regenarasipun jalan terus
	Mendapat menantu yang diimpikan

Pesan khusus
19972.	Dibungkus satu sikue lapis
	Pergi ke pasar naik skuter
	Sudah menikah Risa dan Haviz
	Seorang dokter jodohnya pun dokter

Itu ketentuan
19973.	Elok disimpan uang recehan
	Suatu sa'at pasti diperlukan
	Itulah ketentuan dari Tuhan
	Hanya DIA yang mengatur pertemuan

19974.	Jangan lama masa bertunangan
	Mempunyai pasangan harus berani
	Memang manusia berpasang-pasangan
	Kita manusia hanya menjalani

19975.	Hidup di dunia tidaklah lama
	Kepada Tuhan selalulah Tafakur
	Kita semua hanya menerima
	Tentulah kita harus bersukur

Bahagia
19976.	Banyak orang kejar harta
	Tapi tak dapat rasa bahagia
	Bahagia itu ada pada keluarga
	Insya Allah ada pada Havis dan Risa

Saling mengerti
19977.	Manusia memang diciptakan beda
	Juga beda karena laki dan wanita
	Prilaku karakter pun taklah sama
	Saling mengertilah antara Havis dan Risa

Ibadah
19978.	Rendahlah pinang dari kelapa
	Berputar-putar seekor kalong
	Beribadah selalu, janganlah lupa
	Kepada Allah kita minta tolong

Pesan umum
19979.	Biji kopi dibikin serbuk
	Dicoba sedikit tidak apa-apa
	Seorang dokter pastilah sibuk
	Mengurus rumah janganlah lupa

19980.	Jangan disentuh daun putri malu
	Walau tersentuh hanya sehelai
	Melayani pasien memang perlu
	Melayani pasangan janganlah abai

19981.	Katanya enak Biscuit Roma
	Enak dimakan pagi dan senja
	Keluarga adalah yang paling utama
	Jangan sibuk mencari uang saja

Dapat keturunan
19982.	Susah disisir rambut keriting
	Terkadang rontok jatuh ke baju
	Dapat keturunan tentulah penting
	Kedua orang tua berharap cucu

19983.	Anak kecil butuh mainan
	Tak ada mainan dia berulah
	Jangan tunda dapat keturunan
	Karena keturunan adalah anugerah

19984.	Sehabis Subuh mulai menyemai
	Menyemai padi tidak sendiri
	Rumah tangga bikinlah damai
	Tempat ketenangan Suami dan Isteri

19985.	Dingin-dingin berkain-kain
	Di larut malam dingin sekali
	Pernikahan bukanlah main-main
	Jangan menikah berkali-kali

Nikah sekali
19986.	Kandang dikelilingi si kawat baja
	Sudut ke sudut si pohon jati
	Cukuplah nikah sekali saja
	Nikmatilah pasangannya sampai nanti

Kasih jangan terpecah
19987.	Mandi di kali seorang bocah
	Melompat-lompat sesuka hati
	Jangan kasih terpecah-pecah
	Cukup satu itulah harga mati

Samara idaman
19988.	Pulang ke rumah sudah kemalaman
	Perjalanan jauh ternyata sia-sia
	Keluarga Samara jadi idaman
	Tentulah akhirnya berujung bahagia

19989.	Sampai tertidur di atas sopa
	Baru terbangun sekitar jam dua
	Bersilaturahmi janganlah lupa
	Terutama orang tua dan mertua

PENUTUP
Semoga bahagia
19990.	Kini lebar jalan di Alai
	Pengorbananan masyarakat tidak sia-sia
	Selamat kepada kedua mempelai
	Semoga menjadi keluarga bahagia

Itu saja
19991.	Dikupas-kupas buah pepaya
	Banyaklah orang menjual di balai
	Itu sedikit pesan saya
	Bisa dipedomani oleh mempelai

Wassalam
19992.	Wajah mempelai keduanya bersih
	Keduanya boleh saling menyentuh
	Cukup sekian dan terima kasih
	Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh